Mandalika Ikut Diakui dalam Jaringan Geopark Dunia

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 18:26 WIB
Mandalika Ikut Diakui dalam Jaringan Geopark Dunia Pantai Tanjung Aan di Mandalika, NTB. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga ikut diakui dalam jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG) Gunung Rinjani, seperti yang dikatakan oleh General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul.

Pengakuan tersebut berdasarkan keberadaan gunung api purba bawah laut yang yang diperkirakan berumur 20 juta tahun, tepatnya di Tanjung Aan, Mandalika.

Chairul lanjut mengatakan, selain Mandalika sejumlah kawasan lain juga akan masuk dalam pengakuan UGG Rinjani, seperti Desa Wisata Sade, Pantai Semeti, Pantai Telawas dan Pantai Tanjung Ringgit.


"Jadi kawasan-kawasan itu masuk dalam deliniasi atau batasan Geopark Rinjani yang disarankan oleh UNESCO. Bahkan, untuk Desa Wisata Sade ditetapkan sebagai Situs Budaya dari Geopark Rinjani," kata Chairul, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (19/4).

KEK Mandalika terletak di bagian selatan Pulau Lombok. Penetapannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata, dengan luas area sebesar 1.175 hektare menghadap Samudera Hindia.

KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi NTB yang sangat potensial dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Saat ini KEK Mandalika dikelola PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC).

[Gambas:Instagram]

Chairul yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemerintah Provinsi NTB ini menuturkan total luas kawasan Geopark Rinjani mencapai 2.800 kilometer persegi, meliputi tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Melalui deliniasi, maka kawasan Geopark Rinjani akan semakin lebih luas.

"Tapi, sebelum diperluas ditentukan dulu situs-situs geologi, situs budaya dan situs biologi penting yang ditemui, baru ditetapkan deliniasi dan luasnya," ujar Chairul.

Menurutnya, UNESCO sendiri tidak memberi batasan waktu penetapan perluasan kawasan Geopark Rinjani. Sebab, evaluasi UGG berlangsung selama adalah empat tahun.

"Selama empat tahun kita akan benahi pelan-pelan. Nanti juga akan ada evaluasi-evaluasi. Di sinilah tugas berat kita mempertahankan Geopark Rinjani," kata Chairul.

Salah satu tantangan mempertahankan sebuah kawasan geopark, disebut Chairul, adalah mempertahankan kelestarian alam kawasannya sehingga berguna untuk edukasi dan kesejahteraan masyarakat.

Penetapan Rinjani sebagai UGG menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTB, yang saat ini sedang mempromosikan industri pariwisatanya.

"Di seluruh dunia ini ada ratusan UGG. Dengan masuknya Rinjani, tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Di mana akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung ke sini," pungkas Chairul.

[Gambas:Instagram]

(ard)