Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Widi Astuti, mengatakan rumah produksi tersebut harus direvitalisasi karena sudah tidak layak untuk menghasilkan produk yang higienes. Anggaran yang disiapkan untuk merevitalisi rumah produksi itu sebesar Rp424 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap rehabilitasi rumah produksi teh Nglinggo mampu membangkitkan ekonomi petani teh serta mendukung agrowisata teh.
Saat ini, produk teh Samigaluh dipasarkan di objek-objek wisata di kawasan Bukit Menoreh, seperti Kebun Teh Ngliggo-Tritis dan Puncak Suroloyo.
"Cara ini sangat ampuh untuk menjual teh mereka, supaya dikenal masyarakat umum, khususnya pecinta teh," kata dia.
Perkebunan teh Nglinggo terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Bukit Menoreh. Dari tempat ini terlihat delapan puncak gunung yaitu Merapi, Merbabu, Slamet, Prau, Sumbing, Sindoro, dan Telomoyo.
Selain menikmati pemandangan ala kebun teh, di tempat ini para pengunjung juga bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam. Jika ingin melihat mathari terbit, sebaiknya menginap di darah Desa Nglinggo. (agr)