Tanda-Tanda yang Muncul pada Tubuh Ketika Dehidrasi

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 09:43 WIB
Tanda-Tanda yang Muncul pada Tubuh Ketika Dehidrasi Jika kebutuhan air dalam tubuh tak tercukupi, muncul tanda-tanda, mulai dari lelah, pusing hingga elastisitas kulit yang menurun. (Ilustrasi/Foto: tookapic/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain makanan, air merupakan salah satu asupan penting bagi tubuh yang tak bisa dilewatkan. Namun, banyak orang sering kali tak sadar tengah kekurangan air atau lebih dikenal dengan dehidrasi. Padahal, tanda tubuh sedang dehidrasi dapat diketahui dengan mudah.

Dalam Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan, remaja dan orang dewasa dianjurkan untuk minum dua liter atau sekitar delapan gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh.

Jika kebutuhan ini tak tercukupi, tubuh biasanya akan memunculkan tanda-tanda, mulai dari lelah, pusing hingga elastisitas kulit yang menurun. Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, tubuh yang kekurangan air akan terlihat dari elastisitas kulit yang berkurang.



Hal ini dapat diketahui dengan mudah ketika mencubit kulit di punggung telapak tangan. Jika kulit kembali ke posisi semula dalam waktu yang lama itu artinya tubuh sedang dehidrasi dan kekurangan air.

Ari Fahrial Syam, dokter dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan tahapan dehidrasi juga bisa dimulai dengan mulut kering.

Di samping itu, kepala juga ikut pusing, lalu temperamen atau emosi mulai bergejolak. Biasanya, kata dia, orang dehidrasi jadi pemarah atau gelisah. Setelah itu, bisa tidak sadarkan diri dan seringkali disangka tidur.


Selain itu, seperti dilaporkan Independent, dehidrasi juga dapat diketahui dari warna urine yang dikeluarkan. Jika air kencing bersih dan tidak berbau, artinya tubuh memiliki asupan air yang cukup. Sebaliknya, jika urine berwana kuning gelap dan berbau artinya tubuh sedang kekurangan air.

Jika kebutuhan air tak mencukupi, sistem kerja organ dapat terganggu dan meningkatkan risiko penyakit. Dalam sistem organ, air befungsi mengatur proses biokimia dan suhu tubuh, pembentuk atau komponen sel dan organ, media transportasi zat gizi dan sisa metabolisme, hingga pelumas sendi dan bantalan organ.

Penyakit yang dapat timbul ketika tubuh kekurangan air diantaranya adalah sulit ke belakang (konstipasi), infeksi dan batu saluran kemih, gangguan ginjal akut, dan obesitas. Kekurangan air juga dapat menurunkan konsentrasi dan membuat tubuh merasa lelah. (rah/rah)