FOTO: Menyingkap Proses Pembuatan Lemang Bambu

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 18:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring bulan puasa Ramadan, permintaan akan penganan berbahan dasar ketan atau lemang juga mengalami peningkatan.

Dibanding hari biasa, pembuatan lemang pada bulan Ramadan meningkat lebih dari 300 persen hingga mencapai 500 buah per-hari. Proses pembuatan makanan berbahan dasar beras ketan (lemang bambu) ini pun ternyata tak mudah. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Berhubung permintaan lemang meningkat, aktivitas di salah satu tempat pembuatan makanan berbahan dasar beras ketan itu pun juga makin sibuk. Salah satu tempat pembuatan lemang itu terdapat di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta, Selasa, (22/5). (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Dalam proses pembuatannya, beras ketan dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Beras ketan itu dicampur santan kelapa lalu dibakar sampai matang. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Metode memasak lemang tersebut membuat cita rasa dan aroma khas dari lemang. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Lemang disebut lebih nikmat disantap saat lagi hangat. Cara mengonsumsinya bisa diambahkan selai, srikaya atau dengan lauk pauk. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Lemang biasanya dijadikan makanan perayaan  dan atau saat pesta adat di beberapa daerah di Indonesia. Ada juga yang menyukainya disantap di Hari Raya Idul Fitri. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Bambu yang digunakan untuk pembuatan lemang mesti dipilih yang berkulit tebal, atau tahan dibakar. Ini bertujuan agar tidak merusak rasa lemang. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Salah satu tempat pembuatan lemang di Kramat Raya menyebutkan mereka kini mengalami banyak permintaan, dengan harga Rp15.000-Rp20.000 per-buahnya. (Foto:CNNIndonesia/AdhiWicaksono)