Hari Kebersihan Menstruasi

Asal-usul 28 Mei Jadi Hari Kebersihan Menstruasi

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 28/05/2018 12:03 WIB
Asal-usul 28 Mei Jadi Hari Kebersihan Menstruasi ilustrasi menstruasi (Thinkstock/9nong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, dunia memperingati Menstrual Hygiene Day atau Hari Kebersihan Menstruasi.

Perayaan ini diinisiasi pada 2013 oleh organisasi non-pemerintah asal Jerman, Wash United. Hanya saja perayaan Hari Kebersihan Menstruasi ini baru dirayakan setahun setelahnya, pada 28 Mei 2014 sampai sekarang. 

Mengapa peringatan hari kebersihan menstruasi jatuh tiap 28 Mei?



Angka '28' dipilih sebab rata-rata periode menstruasi setiap 28 hari sekali. Dikutip dari laman resmi MH Day, organisasi ini ingin mengajak organisasi-organisasi non-profit, agen pemerintah, sektor swasta, media maupun individu untuk menyerukan Menstrual Hygiene Management (MHM) atau manajemen kebersihan menstruasi.

MHM memiliki dua pengertian yakni, perempuan dalam siklus menstruasi menggunakan material yang bersih untuk menyerap darah menstruasi. Material yang digunakan pun sebaiknya diganti secara berkala.

Selain itu, MHM juga mengandung pengertian menjaga kebersihan tubuh dengan sabun dan air bersih serta memiliki akses untuk membuang material yang sudah digunakan.

Hari kebersihan menstruasi layak digaungkan untuk meningkatkan kesadaran akan menjalani masa haid dengan bersih dan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Untuk menciptakan dunia di mana tiap perempuan dewasa dan anak-anak dapat mengatur menstruasinya dengan higienis di mana pun ia berada secara personal, aman dan bermartabat," tulis Wash United dalam laman resmi MH Day.


Organisasi pun bergerak dan menyelenggarakan berbagai acara di berbagai negara. Tercatat hingga 2016, MH Day telah mengadakan beragam kegiatan di 54 negara. Acara-acara yang diselenggarakan antara lain, edukasi di sekolah-sekolah, komunitas, konser, workshop advokasi dengan pemerintah, serta donasi produk.

Kebersihan Menstruasi di Indonesia

Hari kebersihan menstruasi sedunia juga dirayakan di Indonesia dan digelar oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang merupakan kolaborasi dari beberapa lembaga antara lain Plan International Indonesia, Unicef, SNV, Simavi, Wahana Visi Indonesia, Speak Indonesia, dan YPCII.

Di Indonesia sendiri lembaga tersebut menggaungkan isu terkait manajemen kebersihan menstruasi (MKM) di bidang sanitasi.


Tema ini diangkat melihat banyaknya tantangan untuk menciptakan sanitasi yang baik di sekolah-sekolah di Indonesia. Selain itu, masalah terkait MKM ini dianggap masih tabu dan dianggap bukan isu penting yang harus segera ditangani.

"Tujuannya untuk mendorong kepedulian semua pihak agar terlibat dalam kampanye MKM, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri mengenai pola hidup yang bersih dan sehat ketika menstruasi, serta mendorong pengambil kebijakan menjadikan MKM sebagai bagian dari pedoman kesehatan reproduksi remaja.," ungkap Eko Wiji Purwanto, ketua pelaksana harian jejaring AMPL dalam pernyataannya kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, Eni Gustina, Direktur Kesehatan Keluarga, Ditjen. Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa isu MKM sangat terkait erat dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals, antara lain tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan jender serta air bersih dan sanitasi layak. (chs/chs)