Eco Iftar, Cara Buka Puasa Ramah Lingkungan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 08/06/2018 11:21 WIB
Eco Iftar, Cara Buka Puasa Ramah Lingkungan ilustrasi takjil berbungkus plastik ( CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sampah plastik menjadi salah satu masalah besar di Indonesia.

Juru kampanye urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi mengungkapkan bahwa beberapa kategori single-use plastic (SUP) yang paling sering digunakan di Indonesia dan di seluruh dunia, yaitu botol plastik, kantong plastik, sedotan plastik dan wadah makanan yang terbuat dari plastik. 

"Indonesia adalah negara ke-2 setelah Cina dan merupakan satu di antara lima negara Asia Tenggara penyumbang sampah plastik terbesar di lautan dunia," ungkap Atha saat Eco Iftar #PantangPlastik di Masjid Agung Trans Studio, Bandung.



Diperkirakan, konsumsi plastik setiap penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta ini dapat mencapai 17 kg per tahunnya. Kekhawatiran ini teramplifikasi dengan fakta bahwa elemen plastik tidak dapat terurai dengan mudah oleh alam dan lautan bahkan dalam kurun waktu ratusan tahun.

"Bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, Greenpeace hendak berusaha meningkatkan kesadaran umat Muslim melalui pendekatan religi bahwa sejatinya pelestarian lingkungan dan pemeliharan alam adalah bagian dari iman dan bentuk kecintaan kepada Allah S.W.T," ucapnya.

Sebagai wujud nyata dari kampanye #PantangPlastik ini, salah satunya dilakukan dengan eco iftar, atau buka puasa ramah lingkungan. Di sini, takjil dan makanan berbuka puasa disajikan tanpa kemasan plastik sama sekali. 

Kampanye #PantangPlastik lewat eco iftar ini, kata dia, mendapat dukungan penuh dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI). 


Menurut Atha mengutip dari pernyataan Hayu saat Eco Iftar pertama di Masjid Pondok Indah beberapa waktu lalu, MUI melalui Fatwa Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan menetapkan bahwa setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir (berbuat sia-sia) dan israf (berbuat berlebih-lebihan).

ilustrasi Foto: CNN Indonesia/Ajeng Dinar Ulfiana
ilustrasi

"Salah satu bentuk penerapannya adalah melalui inisiasi Eco Masjid yang dipelopori oleh MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI)," ungkapnya.

Kampanye #PantangPlastik ini antara lain diwujudkan dalam upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat kegiatan berbuka puasa yang diadakan di masjid-masjid di Jakarta dan Bandung.

Kini, pemanfaatan gelas keramik, piring kaca, bungkus daun pisang, atau wadah rotan digunakan lebih banyak di masjid-masjid yang dapat menghimpun ratusan hingga ribuan umat dalam sekali kegiatan massa ini. (hyg/chs)