Catatan Perjalanan

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South Wales

Feri Agus, CNN Indonesia | Minggu, 10/06/2018 14:06 WIB
Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South Wales Pemandangan Vivid Sydney 2018. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Sydney, CNN Indonesia -- Hawa dingin menyambut saya saat keluar dari pintu Bandara Kingsford-Smith, Sydney, Australia akhir pekan kemarin. Suhu udara di kota pelabuhan itu dalam kisaran 12 derajat Celsius. Saat ini musim dingin memang tengah menyelimuti kawasan timur Australia.

Saya terbang ke Sydney atas undangan Tourism Australia dan Garuda Indonesia. Selama sepekan di sana, saya diajak mengelilingi Sydney, Wollongong, Kiama, hingga Southern Higlands, yang masuk dalam wilayah New South Wales.

Bersama Garuda Indonesia, Jakarta-Sydney yang berjarak sekitar 5.553 kilometer ditempuh dengan waktu penerbangan kurang lebih enam jam tanpa transit. Kedua kota itu memiliki perbedaan waktu, Sydney lebih cepat tiga jam dari Jakarta.


Tak berlama-lama di bandara, saya dan rombongan langsung diantar menuju tempat penginapan di Hotel InterContinental. Minibus berwarna putih yang saya tumpangi melaju perlahan menuju hotal yang berada di pusat kota.

Dari bandara menuju pusat kota Sydney dapat ditempuh sekitar 20 menit. Hotel tempat saya menginap berada di jalan Macquarie Street. Lokasi tersebut tak jauh dari Sydney Opera House dan Harbour Bridge.

Gedung-gedung tinggi menjulang saling berdempetan di pusat kota. Di sana berdiri perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hotel. Mobil-mobil lebih dominan ketimbang motor di ruas jalannya.

Bila ingin bepergian, ada beberapa pilihan angkutan umum, di antaranya taksi, bus, kereta listrik, kereta api, hingga kapal feri. Tapi untuk jarak dekat, orang-orang lebih memilih berjalan kaki.

Saya menghabiskan waktu tiga hari di salah satu kota tersohor Negeri Kanguru itu. Ada sejumlah tempat yang saya dan rombongan sambangi selama berada di Sydney, di antaranya Opera House dan Harbour Bridge.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesOpera House juga menyediakan tempat kongko di pinggir pelabuhan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Opera House dan Harbour Bridge berdiri dalam satu kawasan. Kurang lengkap bila ke Sydney tak mendatangi kedua ikon kota tersebut. Kegiatannya mulai dari mengenal sejarah dalam ruangan-ruangan Opera House sampai memanjat Harbour Bridge.

Saya yang datang di awal musim dingin dapat turut menyaksikan Festival Vivid Sydney 2018. Festival tahunan itu sudah digelar selama sepuluh tahun terakhir. Tahun ini festival cahaya itu digelar 25 Mei sampai 16 Juni 2018, atau setiap awal musim dingin.

Selain Opera House dan Harbour Bridge, objek wisata lain di Sydney seperti Customs House hingga Museum of Contemporary akan bermandikan cahaya warna-warni pada dindingnya selama pukul 18.00 sampai 23.00 waktu setempat.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesKelap-kelip Vivid Sydney 2018. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Bermain ke Wollongong

Kawasan Wollongong menjadi destinasi saya bersama rombongan selanjutnya. Wollongong terletak di selatan Sydney. Di sana, ada sejumlah tempat wisata yang bisa dikunjungi di antaranya Symbio Wildlife Park dan Bald Hill Lockout.

Symbio Wildlife Park berada di antara Sydney dan Wollongong. Perjalanan dari Sydney memakan waktu sekitar 45 menit sampai di taman margasatwa tersebut. Symbio Wildlife Park buka setiap hari kecuali pada Hari Raya Natal.

Di sana pengunjung dapat melihat lebih dekat koala dan kanguru. Untuk koala, pengunjung diberi kesempatan untuk mengelus hingga berfoto bersama dengan hewan yang hobi tidur itu. Koalanya cukup jinak. Tapi jangan coba-coba memaksanya untuk bangun dari tidurnya.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesFauna yang bisa diajak berfoto di Symbio Wildlife Park. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Sama seperti dengan koala, pengunjung juga bisa 'bercengkrama' langsung dengan kawanan kanguru. Dibekali satu kantong rumput kering, saya pun mencoba mendekati hewan berkantung itu. Mereka juga cukup jinak. Hewan endemik Australia itu akan mendekat dan memakan rumput kering yang disodorkan.

Tentu tak hanya koala dan kanguru saja penghuni kebun binatang tersebut. Terdapat citah, harimau sumatera, buaya hingga monyet terkecil di dunia.

Sementara itu Bald Hill Lockout berada di bibir daratan pesisir timur. Bald Hill Lookout menawarkan pemandangan lautan dan garis pantai pasir putih dari atas tebing.

Dari sana, para turis bisa melakukan aktivitas olah raga angin, yakni hang gliding serta paragliding dari atas tebing. Bila tak memiliki keberanian melakukan dua aktivitas itu, turis masih bisa untuk sekedar minum kopi dengan camilan kue muffin.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesPemandangan dari atas tebing yang cantik. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Puas menikmati pemandangan dari atas tebing, perjalanan dilanjutkan menuju destinasi selanjutnya. Minibus yang kami tumpangi berjalan perlahan ketika melalui jembatan yang berdiri di sisi tebing dan laut atau yang dinamai Sea Cliff Bridge.

Jembatan tersebut dibangun mengikuti sisi luar tebing sepanjang 455,6 meter. Di atas jembatan yang dibuka akhir 2005 itu terdapat jalur kendaraan bermotor, sepeda, dan pejalan kaki. Tak sedikit pejalan kaki yang berfoto di tepi jembatan.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesSea Cliff Bridge yang juga berpemandangan pesisir. (Istockphoto/zetter)

Dua Malam di Kiama

Menggunakan mobil, Kiama dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Sydney. Kota kecil ini tepat berada di kawasan pesisir. Di kota ini, kami menginap di The Sebel Kiama Harbourside selama dua. Penginapan kami dekat dengan dermaga.

Wilayah tersebut memiliki beberapa pantai yang bisa dikunjungi. Salah satu lokasi wisata yang menarik dikunjungi adalah Kiama Blowhole.

Hotel kami bermalam lokasinya tak jauh dari Kiama Blowhole. Ketika saya dan rombongan ke sana, cuaca sedang tak bersahabat. Langit diselimuti awan mendung. Angin bertiup cukup kencang. Udara pun menjadi lebih dingin.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesKiama Blowhole yang unik. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Pemandangan menarik di sana ialah air laut yang menyembur ke atas dari lubang batu karang saat ombak di lautan menghantam. Angin yang tengah bertiup kencang membantu air laut menyembur cukup tinggi.

Pengunjung juga bisa berjalan di atas batuan karang yang telah dibuatkan jalan setapak dengan pagar pembatas.

Dalam kawasan itu terdapat sebuah mercusuar berwarna putih. Bangunan yang dinamai Kiama Lighthouse itu selesai dibangun pada tahun 1887. Bangunan itu dibatasi pagar pendek yang melingkar. Di hadapannya berdiri tiang bendera.

Di kota itu memang banyak bangunan-bangunan bersejarah yang telah berdiri ratusan tahun, seperti kantor pos dan kantor polisi.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South WalesMercusuar kuno. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Jelajah Dataran Tinggi

Puas menikmati keindahan pesisir New South Wales, saya dan rombongan kemudian pergi ke kawasan dataran tinggi atau yang dikenal Southern Highlands. Jalan yang kami lalui mulai menanjak dan berliku.

Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang terhampar padang rumput di kanan kiri jalan. Sapi-sapi dan dilepas di padang rumput luas yang dibatasi sebuah pagar kawat.

Salah satu destinasi wisata yang patut dicoba di kawasan ini adalah Illawarra Fly Treetop Adventures. Tempat wisata ini menawarkan pengalaman berjalan dan meluncur dari atas pohon satu ke pohon lainnya. Tinggi pohon yang dilalui mencapai 20 meter.

Harga tiket masuk ke kawasan tersebut untuk dewas AUS$75 (sekitar Rp793 ribu) dan anak-anak AUS$45 (sekitar Rp475 ribu). Pengunjung akan diminta mengisi formulir dan mendengarkan penjelasan seorang pemandu sebelum mencoba aktivitas tersebut.

Selama aktivitas berjalan dan meluncur di atas ketinggian ini, pengunjung dilarang membawa ponsel. Setelah semua sudah lengkap mengenakan helm dan sabuk pengaman, pemandu mengajak kami berjalan sekitar 15 menit menuju pohon awal lokasi meluncur.

Pelesiran Musim Dingin ke Sydney dan New South Wales"Kengerian" di tengah alam. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Satu per satu dari kami meluncur di tali baja sepanjang 400 meter. Cukup menegangkan meluncur dari atas pohon ke pohon lainnya di tengah hutan. Setelah itu kami harus berjalan di atas jembatan.

Kami harus berjalan satu-satu agar jembatan sepanjang 500 meter itu tak terlalu bergoyang. Perlahan kaki kami melangkah di atas papan yang terpasang di jembatan tersebut. Jangan coba-coba lihat ke bawah bila tak ingin menambah kengerian.

Setelah sampai di pohon berikutnya, kami harus kembali meluncur di tali baja yang terhubung ke pohon lain. Panjang tali baja kali ini mencapai 1 kilometer. Satu per satu kami meluncur. Teriakan histeris kelaur dari mulut saat melintasi tali baja menuju pohon selanjutnya.

Perjalan melintasi pohon-pohon yang menjulang tinggi itu ditutup dengan meluncur pada tali baja yang lebih pendek.

Bila datang ke Sydney dan kawasan sekitar New South Wales pada musim dingin, disarankan membawa jaket yang tebal. Pasalnya suhu udara berada pada kisaran 10 sampai 15 derajat Celcius. Malam hari suhu udara bisa pada titik 3 derajat Celcius.

(ard)