Jumpa di Yerusalem, Miss Irak dan Miss Israel Bikin Gempar

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 11:07 WIB
Jumpa di Yerusalem, Miss Irak dan Miss Israel Bikin Gempar Miss Irak, Sarah Idah, memicu kontroversi karena berjumpa dengan Miss Israel di Yerusalem. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontestan asal Irak Sarah Idan kembali menuai kontroversi setelah ia bertemu kontestan asal Israel, Adar Gandelsman, di Yerusalem, pekan ini.

Irak saat ini masih memutus hubungan diplomatik dengan Israel.

Dilansir dari CNN, Idan mengunggah foto kebersamaan mereka dalam sebuah sesi pemotretan dan makan bersama di sebuah restoran Irak.

Dalam akun Instagram pribadinya, Idan menuliskan : "Reuni saudara perempuan, sesi foto majalah #missiraq #missisrael."


[Gambas:Instagram]

Ini bukan pertama kalinya foto bersama Idan dan Gandelsman memicu kegaduhan. Pada November lalu, Idan mengunggah foto selfie bersama koleganya itu saat Miss Universe 2017 digelar di Las Vegas.

"Salam damai dan cinta dari Miss Irak dan Miss Israel," tulis Idan dalam unggahannya tahun lalu.

Idan pun menerima kritikan bertubi-tubi, baik di media sosial maupun telepon-telepon yang mengutuk tindakannya. Ancaman pun tak hanya ditujukan untuknya, tetapi juga untuk keluarganya. Mereka diminta untuk meninggalkan Israel.

"Saat saya mengunggah foto, saya tidak berpikir akan ada keributan. Saya bangun karena keluarga saya dan Miss Iraq Organization kalang kabut. Ancaman pembunuhan dari internet sangat menakutkan," kata Idan dikutip dari CNN (13/6).

Meski demikian, dirinya tidak menghapus unggahan itu. Namun ia kemudian mengunggah foto kedua yang menunjukkan bahwa dirinya tidak mendukung pemerintah Israel atau kebijakan mereka di Timur Tengah.

Idan meminta maaf untuk siapapun yang berpikir bahwa foto tersebut adalah serangan untuk Palestina.

Kunjungan Idan ke Israel disambut oleh pemerintah setempat. Lewat akun Twitter, Ofir Gendelman, juru bicara pemerintah Israel berharap pertemanan keduanya membawa dampak baik bagi kedua negara.

"Relasi pertemanan antara orang Israel dan orang Arab akan sangat membantu mengantar hari esok yang lebih baik untuk kita semua di Timur Tengah," tulisnya.



(vws)