Potensi Produk dari Daur Ulang Sampah Plastik

REUTERS, CNN Indonesia | Kamis, 28/06/2018 10:43 WIB
Potensi Produk dari Daur Ulang Sampah Plastik Borealis AG, perusahaan plastik ternama Austria mengungkapkan rencananya membuat produk dari daur ulang sampah plastik. (Ilustrasi/Foto: Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Borealis AG, perusahaan plastik ternama Austria mengungkapkan rencananya membuat produk dari daur ulang sampah plastik.

CEO perusahaan mengatakan sampah plastik harus dilihat sebagai bahan mentah, yang mampu menghasilkan barang daur ulang dari "benar-benar limbah". Upaya ini sekaligus dapat menjadi upaya untuk mengurangi polusi.

Menurut laporan PBB, diperkirakan delapan juta ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahun yang membuat ancaman meningkat terhadap kehidupan laut.



Ketidaknyamanan konsumen akan dampak sampah plastik ini terhadap lingkungan jadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan ada yang berupaya melarang barang-barang sekali pakai seperti sedotan, dan pemakaian kemasan ramah lingkungan bagi para pedagang.

Perusahaan Borealis, yang membuat produk-produk plastik mulai dari kemasan makanan hingga pipa dan bagian-bagian mobil ringan, merencanakan investasi baru untuk meningkatkan porsi plastik daur ulang dalam hasil produknya.

"Kami memiliki visi jangka panjang bahwa kami ingin membuat sampah plastik sebagai bahan mentah," kata Alfred Stern dalam wawancara telepon dengan Reuters, pada Rabu (27/6).


Borealis, yang memiliki 6.500 karyawan dan 7,5 miliar euro dalam penjualan tahun lalu, akan bertujuan untuk produk daur ulang yang "benar-benar berbasis limbah, sama seperti menggunakan bahan baku lain hari ini," katanya.

"Itu akan menghasilkan investasi lebih lanjut dari waktu ke waktu," katanya, menolak memberikan angka waktu atau perkiraan.

Stern, sekarang kepala bisnis dan inovasi Borealis, akan mengambil alih dari Mark Garrett sebagai CEO pada 2 Juli.

Dia mengatakan Borealis bekerja dengan Volvo, yang mengatakan pekan lalu bahwa setidaknya 25 persen dari plastik yang digunakan dalam model mobil baru pada 2025 akan berasal dari bahan daur ulang. Angka itu naik dari sekitar lima persen sekarang.


"Materi yang kami sediakan untuk Volvo dengan konten daur ulang, seperti bahan mentah," katanya.

Dan Borealis juga mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan menginvestasikan 15 juta euro untuk meningkatkan kapasitas daur ulang tahunan di unit mtm plastik Jerman GmbH, yang diperoleh dua tahun lalu, menjadi 80.000 ton dari 60.000.

Stern mengatakan, daur ulang tidak masuk akal secara ekonomi di banyak pasar. China telah melarang impor dari beberapa sampah plastik bermutu rendah untuk didaur ulang mulai tahun ini. Di samping itu, pasar di Eropa dan Amerika Utara tidak memiliki kapasitas daur ulang.

"Tujuan akhirnya harus komersial, kelayakan ekonomi," katanya.


Sebelumnya, Borealis juga punya proyek inisiatif senilai 4 juta euro yang diumumkan pada tahun 2017 untuk memerangi polusi plastik di lautan dan meningkatkan pengelolaan limbah di Asia Tenggara, dengan proyek percontohan di pelabuhan perikanan Muncar di Indonesia. Sebagai catatan, Pelabuhan Muncar di Kabupaten Banyuwangi, merupakan pelabuhan ikan terbesar kedua setelah Bagan Siapi-api di Sumatera. 

Martin Stuchtey, pendiri Systemiq yang bekerja dengan Borealis dalam proyek anti-plastik STOP, mengatakan bahwa Muncar akan menjadi uji coba cara untuk membatasi limbah, mengumpulkan dan mendaur ulang plastik dalam panduan yang mungkin bagi pemerintah. (rah/rah)