Respons Miss International Soal Transgender di Miss Universe

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 13:26 WIB
Respons Miss International Soal Transgender di Miss Universe Bea Rose Santiago, Miss International 2013 (AFP PHOTO / TORU YAMANAKA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angela Ponce dinobatkan sebagai Miss Spanyol 2018 beberapa waktu lalu setelang mengalahkan 22 kontestan lain di seluruh Spanyol.

Ponce adalah wanita transgender pertama yang berlaga di ajang kecantikan Miss Universe 2018 di Filipina.

Sempat menimbulkan pro-kontra, namun Miss International 2013 Bea Rose Santiago 'membela' hal tersebut.



"Bagi saya, saya benar-benar tidak punya masalah (ada transgender di Miss Universe), karena saya tumbuh dengan banyak teman dan anggota keluarga yang merupakan bagian komunitas LGBT," kata Bea dikutip dari PUSH.

"Ini semacam berita lama karena saya pikir sejak bertahun-tahun lalu, Miss Universe Canada ingin menghilangkan penghalang tersebut."

Bea pun membagikan momen bagaimana komunitas LGBT telah menjadi bagian dari kariernya sebagai seorang ratu kecantikan.

"Semua mentor saya gay, dan saya tidak akan menang Miss International jika bukan untuk mereka. Jadi untuk transgender yang bergabung dalam kontes tersebut, semoga beruntung," katanya.

Dukungan Bea terhadap adanya konstestan transgender di Miss Universe ini juga ditunjukkan dalam akun instagramnya.

[Gambas:Instagram]

Angela Ponce, wanita transgender pertama di Miss Universe

Setelah meraih predikat sebagai Miss Spanyol, Ponce akan mewakili negaranya di laga Miss Universe 2018 di Filipina.

"Membawa nama dan warna Spanyol sebelum ke tingkat dunia adalah impian terbesar saya," tulis Ponce dalam instagramnya dikutip dari Express.

"Tujuan saya adalah menjadi juru bicara inklusi, penghoratan, dan keragaman tak hanya untuk komunitas LGBTQ tapi juga untuk seluruh dunia."

Bukan tanpa alasan mengapa Ponce punya impian seperti itu. Ponce adalah kontestan Miss Universe pertama dengan status transgender.

[Gambas:Instagram]

Hal ini sempat memicu kontroversi kecil. Namun, kenyataannya, dari kontes kecantikan Miss Universe juga sudah tak lagi menutup diri terhadap kontestan transgender yang ingin ikut berpartisipasi.

Di tahun 2012 lalu, Miss Universe Organisation akhirnya mengakhiri larangan kontestan transgender untuk ikut serta.

Kontes ratu kecantikan dunia ini melonggarkan aturannya bagi para kontestan transgender setelah model transgender Jenna Talackova memenangkan tantangan hukum.

"Keputusan untuk memasukkan perempuan transgender dalam kompetisi kecantikan kami adalah hasil dari diskusi kami bersama GLAAD (komunitas pembela LGBTQ) dan bukan karena kasus Jenna," kata Presiden Miss Universe Paula Shugart.

"Kami memiliki sejarah panjang dalam mendukung kesetaraan bagi semua wanita, dan ini adalah sesuatu yang kami anggap sangat serius." (chs)