Cegah Pelecehan, Bolivia Larang Kontes Kecantikan Anak

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 15:28 WIB
Cegah Pelecehan, Bolivia Larang Kontes Kecantikan Anak Bolivia melarang gelaran kontes kecantikan anak-anak, seiring dengan terungkapnya kasus pelecehan seksual di sana dalam beberapa waktu terakhir. (Foto: Thinkstock/Design Pics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontes kecantikan yang melibatkan para gadis berusia anak-anak tak bakal lagi bisa dilihat di ibu kota Bolivia, La Paz. Pemerintah La Paz baru saja melarang seluruh gelaran kontes kencatikan yang melibatkan anak-anak.

Larangan ini muncul karena terungkapnya banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi di Bolivia dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data resmi, rata-rata sebanyak 16 anak dan remaja menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya di Bolivia. Pada 2017, bahkan tercatat 87 anak meninggal dunia karena menjadi korban kekerasan seksual di negara yang terletak di Amerika Selatan itu.



Selain melarang kontes kecantikan terhadap anak, peraturan ini juga tidak mengizinkan keterlibatan anak-anak dalam media. Secara detail, peraturan itu melarang anak-anak tampil dalam iklan dan berpose seksi yang dapat meningkatkan hasrat seksual penonton.

Peraturan yang hanya berlaku di La Paz ini diterapkan agar dapat mencegah maraknya kekerasan seksual terhadap anak.

"Kami tidak ingin gadis-gadis muda terus menjadi objek pelecehan seksual atau digunakan untuk menjual produk fesyen tertentu," kata anggota dewan kota La Paz Pedro Susz, pada Rabu (25/4) dikutip dari AFP.


Susz menyatakan setiap orang yang masih melibatkan anak dan melanggar peraturan ini bakal diberikan hukuman keras. Hukuman itu termasuk mengikuti rehabilitasi dan pelatihan yang berhubungan pendidikan seksual dan kekerasan terhadap perempuan. (rah/rah)