Alasan Tak Ada Delman selama Asian Games 2018

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 17:28 WIB
Alasan Tak Ada Delman selama Asian Games 2018 Delman di kawasan Monas. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Naik delman selama ini menjadi atraksi wisata utama bagi turis yang berkunjung ke Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Sayangnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat berencana untuk menghentikan sementara operasional delman selama berlangsungnya Asian Games 2018, tepatnya mulai 1 Agustus hingga 2 September mendatang.

"Untuk sementara waktu selama Asian Games delman-delman yang biasanya beroperasi di kawasan Monas akan dihentikan," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat Bayu Sari Hastuti di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (17/7).


Penghentian sementara operasional delman tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya penularan virus atau penyakit terhadap kuda atlet yang akan bertanding dalam ajang Asian Games 2018.

"Supaya kuda-kuda yang akan digunakan oleh para atlet untuk bertanding dalam Asian Games itu tidak tertular penyakit dan tetap sehat kondisinya, maka harus dipisahkan dengan kuda-kuda lain, termasuk kuda delman," ujar Bayu.

Lebih lanjut Bayu menuturkan, untuk sementara waktu operasional delman-delman itu akan dipindahkan ke sejumlah lokasi wisata lain yang berada di wilayah DKI Jakarta.

"Operasional delman-delman di Monas itu untuk sementara waktu akan dipindahkan ke tempat-tempat wisata lainnya, diantaranya kawasan wisata Kota Tua dan Taman Margasatwa Ragunan. Pihak paguyuban delman itu juga sudah menyetujui," tutur Bayu.

Berdasarkan data dari Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, tercatat ada sebanyak 51 kuda penarik delman yang biasa melayani para wisatawan di kawasan Monas.

Sedangkan secara keseluruhan, tercatat ada sebanyak 60 kuda di wilayah Jakarta Pusat.

"Akan tetapi, di wilayah Jakarta Pusat tidak ada kandang kuda. Jadi, yang beroperasi di Jakarta Pusat itu berasal dari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Untuk vaksinasinya menjadi wewenang Dinas KPKP DKI Jakarta," ungkap Bayu.

(ard)