Gejala Leukemia Pada Anak-anak

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 15:32 WIB
Gejala Leukemia Pada Anak-anak ilustrasi kesehatan (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengejutkan datang dari artis Denada. Putrinya, Shakira Aurum dikabarkan mengidap leukemia. Berdasarkan informasi dari berbagai media, Shakira dirawat di rumah sakit di Singapura sejak awal Juni 2018. 

leukemia atau kanker darah merupakan tipe kanker yang umum diderita oleh anak dan remaja. Sel darah putih tak normal terbentuk di sumsum tulang belakang. Sel-sel darah ini pun masuk dalam aliran darah dan merusak sel darah lain. Anak kemudian tidak mendapat cukup pasokan sel darah merah, sel darah putih dan keping darah normal. 


Dikutip dari laman American Cancer Society, kekurangan pasokan masing-masing jenis sel darah membawa gejala yang berbeda. 


Gejala kekurangan sel darah merah, umumnya orang mengenalnya dengan istilah anemia. Sel darah merah berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika anak kekurangan sel darah merah maka ia akan merasa kelelahan, lemah, merasa kedinginan, pusing, sakit kepala, napas pendek dan kulit terlihat pucat. 

Gejala kekurangan sel darah putih yakni muncul infeksi. Infeksi pada anak pengidap leukemia bukan infeksi yang bisa sembuh dengan cepat dan bisa saja setelah infeksi satu sembuh kemudian muncul infeksi lain. 

Di samping itu, meski jumlah sel darah putihnya masih di ambang batas aman, darah mengandung sel kanker dan tidak mampu diatasi oleh sel darah putih yang ada. Umumnya, demam jadi gejala yang terlihat sekaligus pertanda tubuh mengalami infeksi. 

Gejala kekurangan keping darah, terlihat saat anak mengalami luka, sebab keping darah berfungsi untuk menghentikan pendarahan. Anak mudah berdarah saat terluka, sering mimisan dan gusi berdarah. 

Selain gejala-gejala yang berhubungan dengan kekurangan salah satu jenis sel darah, terdapat gejala antara lain: 


1. Rasa sakit pada sendi

Rasa sakit pada sendi akibat sel kanker menumpuk dekat permukaan tulang atau di persendian. 

2. Pembengkakan pada perut

Sel kanker dapat menumpuk pada organ hati dan limpa sehingga membuat kedua organ ini membesar. Dari luar, perut anak tampak besar. 

3. Kehilangan nafsu makan dan berat badan

Saat organ hati dan limpa membesar, maka keduanya akan mendesak organ lain seperti lambung. Hal ini membuat anak cepat merasa kenyang padahal hanya makan dalam porsi kecil. Akibatnya, berat badan anak pun menurun drastis. 

4. Pembengkakan kelenjar getah bening

Beberapa kasus kanker darah menyebar hingga kelenjar getah bening. Pembengkakan pada kelenjar getah bening dapat terlihat dari benjolan pada area leher, ketiak, di atas tulang leher atau pada jakun. Kelenjar getah bening pada dada juga bisa membengkak, tapi dapat terlihat jika dilakukan CT scan atau MRI. 

5. Batuk dan kesulitan bernapas

Batuk dan kesulitan bernapas bisa dialami anak jika kanker darah menjalar hingga struktur dada bagian tengah seperti kelenjar getah bening atau timus, organ kecil di depan batang tenggorok. Di samping itu, dalam beberapa kasus, sel kanker dapat menumpuk pada pembuluh darah pada paru-paru sehingga anak sulit bernapas. 


6. Pembengkakan muka dan lengan

Vena cava superior (SVC) adalah pembuluh vena besar yang membawa darah dari kepala dan lengan kembali ke jantung melewati timus. Timus yang membesar akibat sel kanker dapat menekan SVC dan mengakibatkan darah 'kembali' ke pembuluh darah (vena). Kondisi ini umum disebut SVC Syndrome. 

SVC Syndrome menimbulkan pembengkakan pada muka, leher, lengan dan dada bagian atas serta kadang membuat kulit tampak kemerahan. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan sakit kepala, pening dan mengganggu kesadaran karena otak juga turut terkena imbas. 

7. Sakit kepala, kejang, muntah

Dalam beberapa kasus, saat deteksi awal leukemia sudah menyebar hingga otak dan tulang belakang. Gejala yang dirasakan antara lain, sakit kepala, sulit konsentrasi, lemah, kejang, muntah, gangguan keseimbangan dan penglihatan tidak jelas. 

8. Ruam dan masalah gusi

Pada anak dengan acute myelogenous leukemia (AML), sel kanker sudah menyebar pada gusi sehingga menyebabkan bengkak, rasa sakit dan pendarahan. Jika menyebar pada kulit, maka menyebabkan bintik hitam yang tampak seperti ruam. 

9. Lemah, lesu ekstrem

Rasa lemah dan lesu ekstrem jarang dialami anak dengan AML, tapi ini bisa jadi persoalan serius. Hal ini muncul akibat jumlah sel kanker membuat darah menjadi terlalu kental dan memperlambat sirkulasi darah melalui pembuluh darah ke otak.  (chs)