Pengamat: Gaya Hidup Warga Juga Pengaruhi Polusi Kali Item

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 16:16 WIB
Pengamat: Gaya Hidup Warga Juga Pengaruhi Polusi Kali Item ilustrasi kali item (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Asian Games 2018, kondisi Kali Sentiong atau Kali Item yang tercemar dan mengeluarkan bau tak sedap kini tengah menjadi pusat perhatian.

Agar tak 'memalukan' dan menganggu atlet yang bakal bertanding, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mengambil langkah untuk membenahi polusi Kali Item itu.

Menurut pegiat lingkungan dari Greenpeace Hindun Mulaika, cara yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menutup Kali Item dengan jaring, menyedot air sungai dan wacana menambah oksigen itu hanya solusi jangka pendek.



"Ini hanya solusi jangka pendek dan tidak menyelesaikan persoalan apapun, tidak menyelesaikan akar persoalan karena hanya dengan mengkamuflase secara visual. ... Tetapi, untuk jangka panjangnya tetap harus diberikan solusi menyeluruh harus dilihat penyebabnya dari hulu ke hilir," kata Hindun saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Hindun menjelaskan polusi di Kali Item itu bisa disebabkan beberapa persoalan, mulai dari pembuangan limbah industri hingga gaya hidup masyarakat di sekitar bantaran Kali Item. 

"Bicara kali atau sungai di Jakarta itu kan faktornya banyak, ada industri atau aktivitas lain yang membuang limbah ke situ. Ada masyarakat kita sendiri yang juga buang sampah sembarangan," tutur Hindun yang merupakan Team leader Climate and Energy Campaing Greenpeace Indonesia itu.


Untuk mengatasi persoalan ini, Hindun menilai langkah instan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan Kali Item. Hindun menyarankan pemerintah untuk membuat dan menegakkan regulasi pembuangan limbah di bantaran Kali Item.  

Hindun menyebut pemerintah pusat dan daerah mesti bekerja sesuai porsinya mencari akar masalah dan membuat regulasi yang ketat. 

Di sisi lain, gaya hidup masyarakat juga harus diubah dengan melakukan edukasi. Pasalnya, Kali Item yang tercemar itu dapat memicu munculnya beragam penyakit seperti sistem pencernaan hingga kualitas hidup yang menurun.

"Masyarakat jangan cuma bisa komplain aja. Tapi, apa yang bisa dilakukan masyarakat Jakarta untuk melakukan edukasi  bahwa kebersihan kali itu harus dijaga bersama," ucap Hindun.


(chs)