Torean, Jalur Pendakian Menantang di Punggung Rinjani

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 15:24 WIB
Torean, Jalur Pendakian Menantang di Punggung Rinjani Jalur pendakian Lembah Torean, Gunung Rinjani. (Ramantara via wikimedia commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan pendaki dikabarkan telah berhasil diselamatkan setelah sempat terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (29/7).

"Hingga siang ini total pendaki yang sudah berhasil turun sebanyak 546 orang," Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Marinir Bambang Suryo, di Rumah Sakit (RS) Lapangan Korban Gempa yang berlokasi di Rest Area Sembalun, Selasa (31/7).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 829 orang yang mendaki Rinjani pada 27-28 Juli.


Sebanyak 637 orang di antaranya adalah WNA dan 192 lainnya adalah WNI.

Sutopo mencatat bahwa angka-angka di atas masih bersifat perkiraan dari data permintaan izin pendaki di pintu-pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.

Keberadaan jalur pendakian yang tak resmi dan pelaporan yang tidak ketat membuat pihaknya kesulitan mendapat angka pasti dari jumlah pendaki yang harus diselamatkan di Rinjani.

Selama ini ada empat jalur pendakian resmi yang sudah ditetapkan oleh Badan Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Jalur-jalur tersebut diantaranya tersebar di Sembalun dan Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian Senaru, di Kabupaten Lombok Utara, dan Aikberik, yang berada di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Apabila ditemukan pendaki yang melalui jalur lain tanpa izin resmi maka dianggap ilegal.

Salah satu jalur pendakian ke Rinjani yang tak resmi adalah jalur Lembah Torean, yang berada di Loloan, Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Jalur Torean biasa digunakan masyarakat Bali ataupun masyarakat Lombok untuk beribadah di dalam gua-guanya. Lagi-lagi hanya warga yang berpengalaman yang bisa dengan mudah menempuhnya.

Selain statusnya yang tidak resmi, jalur ini juga dianggap berat dan berbahaya, khususnya bagi pendaki pemula.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu, anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, yang sudah pernah menjajal ke sana.

"Medannya terjal dan berbahaya apabila dilalui pendaki pemula. Jalur ini disarankan ditempuh untuk pendaki yang berpengalaman saja," katanya kepada CNNIndonesia.com, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (30/7) malam.

Sebelum menuju Danau Segara Anak--danau yang biasa digunakan untuk tempat persinggahan pendaki sebelum ke puncak Rinjani, para pendaki yang melalui jalur Torean melewati sungai dan air terjun Kokok Putih dan tebing-tebing terlebih dahulu.

Selain itu, lanjut Wahyu, di jalur Torean juga ada beberapa mata air panas alam yang mengandung sulfur.

"Kalau kawan membahasakannya seperti di Machu Picchu, karena kalau mau ke sana harus lewat tebing dulu. Jadi sebelah kanan tebing, kirinya sungai. Harus ekstra waspada saat melangkah," ujar Wahyu.

Walau pemandangan sekitarnya indah bak dalam film 'Jurassic Park', tapi Wahyu tetap menyarankan pendaki pemula sebaiknya melalui jalur resmi Sembalun atau Senaru.

Tak hanya ramah bagi pendaki pemula, namun porter (pemandu) juga telah akrab dengan medannya, sehingga jika ada sesuatu yang terjadi proses evakuasi lebih mudah dilakukan.

Mendaki gunung bukan perihal fisik kuat atau kerennya foto yang diambil. Wahyu mengingatkan agar pendaki harus siap lahir batin sebelum menapaki punggung bumi.

Perencanaan yang baik, bekal yang cukup, serta mengantongi surat izin resmi (SIMAKSI) juga penting.

"SIMAKSI nantinya dapat membantu tim SAR dalam mengidentifikasi identitas pendaki apabila menemui keadaan darurat, seperti hilang atau tragedi bencana alam," pungkas Wahyu.

(bel/ard)