Setelah 28 Tahun, Garuda Wisnu Kencana Rampung

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 15:34 WIB
Setelah 28 Tahun, Garuda Wisnu Kencana Rampung Sejumlah pekerja berada di atas kendaraan truk yang mengangkut modul terakhir dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebelum dipasang di Ungasan, Badung, Bali, Selasa (31/7). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj/18.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembangunan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di kawasan Cultural Park GWK, Ungasan, Jimbaran Bali, akhirnya selesai.

Dibutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikannya dan bahkan hingga 28 tahun jika dihitung sejak masa perencanaan dan perancangan, mulai dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan, pertunjukan seni akan akan disajikan di Cultural Park GWK pada Sabtu (4/8) dengan agenda adalah cultural performances. Sejumlah artis akan memeriahkan kegiatan ini.


Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, GWK akan menjadi simbol baru pariwisata sekaligus kebanggaan masyarakat Bali.

"Akhirnya, setelah menanti cukup lama, patung raksasa Garuda Wisnu Kencana selesai dibangun. GWK akan menjadi salah satu daya tarik pariwisata dalam upaya memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019," tutur Pitana, Senin (30/7).

Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah, atau 271 meter dari permukaan laut (dpl). GWK menjadi salah satu patung tertinggi dunia bersanding dengan patung Spring Temple Buddha China, The Laykyun Sekkya Buddha Myanmar, Patung Liberty Amerika Serikat, Ushiku Daibutsu Jepang, The Motherland Calls Rusia, dan Christ the Redeemer Brazil.

"Dengan berbagai kajian empiris, Kami yakin patung GWK akan menaikkan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yangnberkualitas. Tentunya kita harus bersama-sama menjaganya. Mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal di dalam maupun luar negeri," tutur Pitana.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas penambangan kapur liar. Namun, sudah tidak produktif. Lahan ini ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik.

"Namun sekarang, GWK menjadi lokasi favorit wisatawan. Berbagai event akbar juga terselenggara di sini. Mulai dari acara musik Soundrenaline hingga Torch Relay Asian Games 2018," terang Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyambut antusias selesainya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana. Menurutnya, GWK akan menjadi kebangaan baru.

"Jadikanlah patung GWK beserta kawasan ini dikenal sebagai salah satu ikon Indonesia yang mendunia. Sehingga, mampu menarik lebih banyak wisatawan," paparnya.

Menpar pun menyampaikan apresiasinya terhadap sang penggagas, NyomanNuarta. "Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Garuda Wisnu Kencana, khususnya Bapak Nyoman Nuarta dan seluruh pihak terkait yang sudah berhasil merampungkan pembangunan patung ini," katanya.

Menpar menyebut pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud nyata dari komitmen para seniman yang terlibat. Khususnya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah Internasional.

"Kita berharap keberadaan patung ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan sejalan dengan target 20 Juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara pada tahun 2019," paparnya.

(vws)