3 Cara Ampuh Jaga Kain Songket Tetap Awet

Asri Wulandari & CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 08:15 WIB
3 Cara Ampuh Jaga Kain Songket Tetap Awet Ilustrasi kain songket (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Songket menjadi salah satu kekayaan kain tenun Indonesia. Tak kalah populer dengan ulos maupun lurik, kain ini kerap dijumpai dalam beberapa pesta pernikahan adat Nusantara.

Tengok saja adat Batak Mandailing yang mewarnai prosesi pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden RI Joko Widodo, November 2017 lalu. Kahiyang memadukan kebaya merah dengan detail payet dan Swarovski, kain songket sebagai bawahan, dan aksesori bulang emas lima tingkat.

Sementara sang suami, Bobby Nasution mengenakan baju godang serba hitam, sepotong songket yang melingkari celana, serta mahkota harupa di atas kepalanya.



Padu padan kain songket membuat apa saja terlihat mewah. Kain jenis ini ditenun dengan menggunakan benang emas dan perak. Beberapa yang lain menggunakan benang sutera, benang sulam, atau benang katun berwarna sebagai bahan dasar. Bahannya yang istimewa dan pembuatannya yang rumit membuat kain asal Sumatera ini perlu perawatan khusus.

Zainal Arifin, desainer sekaligus pemilik Zainal Songket, mengatakan bahwa kain songket harus dirawat secara khusus agar tetap awet. Ditemui usai konferensi pers Gebyar Pernikahan Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/8), Zainal berbagi beberapa tips merawat songket.

1. Jangan dicuci
Kain songket berbeda dengan kain jenis lainnya. Tidak perlu dicuci menggunakan air dan deterjen, songket sebaiknya dianginkan selama 24 jam setelah pemakaian. Cara ini dilakukan untuk menghindari kerusakan dan perubahan warna.

Namun, apabila kondisi songket sudah terlampau kotor, Zainal menyarankan agar pemilik menggunakan metode dry clean saat mencuci kain.

2. Jangan dilipat
Hindari menyimpan kain songket dengan cara melipat atau menumpuknya di antara kain-kain yang lain. Pasalnya, lipatan bisa menyebabkan benang-benang emas pada kain songket putus. "Sebaiknya songket itu digulung supaya awet," kata Zainal.


Cara lainnya adalah Anda bisa menggulungnya dengan pipa kardus atau kertas. Gulungan kain tersebut kemudian dibungkus dengan kertas minyak atau kertas lainnya, asalkan bukan plastik. Sebab, plastik bisa memicu tumbuhnya jamur dan bintik-bintik hitam.

3. Gunakan cengkih atau merica
Biasanya orang akan meletakkan beberapa butir kapur barus dalam lemari pakaian agar terhindar dari ancaman kutu atau ngengat. Namun, khusus untuk kain songket, menurut Zainal, penggunaan cengkih dan merica lebih dianjurkan.

Caranya, Anda bisa memasukkan beberapa biji merica atau cengkih ke dalam plastik yang sudah dilubangi. Kemudian, simpan kantung itu di dalam lemari, berdekatan dengan gulungan kain songket. Selain terbebas dari kutu atau ngengat, merica maupun cengkeh juga bermanfaat sebagai wewangian. (bel/asr)


BACA JUGA