Pameran Koleksi Seni Istana Mulai Digelar Besok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 11:24 WIB
Pameran Koleksi Seni Istana Mulai Digelar Besok Ilustrasi. Pameran Seni Koleksi Istana yang diselenggarakan tahun lalu di Galeri Nasional. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia akan berlangsung 3-31 Agustus 2018 di Galeri Nasional Indonesia. Pameran dibuka 10.00-20.00 setiap harinya.

Pameran yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif, Mandiri Art, dan tim kurator.

Mengangkat tema "Indonesia Semangat Dunia", pameran ini merupakan wujud apresiasi atas karya seni dan budaya, dan diharapkan menjadi sumber inspirasi dan kreativitas masyarakat.


Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pemerintah juga ingin menunjukkan eksistensi karya unggulan seniman Indonesia, sebagai wujud komitmen Kementerian Sekretariat Negara dalam merawat serta melestarikan karya seni unggulan masa lalu yang termasuk aset negara.
"Tujuan lainnya mengajak masyarakat menikmati karya para seniman masa lalu yang mempunyai nilai-nilai luhur, keutamaan, serta semangat perjuangan," ujar Pratikno, Selasa (31/7).

Pameran koleksi istana ini rutin digelar sejak 2016. Dalam pameran, ada lukisan koleksi Istana Kepresidenan karya pelukis-pelukis ternama, seni patung, dan masih banyak lagi.

Tahun ini, ada 45 karya lukisan yang dipamerkan, patung dan seni kriya hasil dari 34 seniman Indonesia dan mancanegara. Para seniman tersebut antara lain Raden Saleh, Dullah, Henk Ngantung, Nasjah Jamin, Basoeki Abdullah, serta Harijadi S.

Sebagian besar koleksi yang dipamerkan adalah lukisan para pahlawan nasional.

Ada pula karya seniman mancanegara seperti Zsiemond Kisfaludi Strobel, Walter Spies, Fernando Amorsolo, dan Yevgeny Viktorovich Vuchetich.

Seluruh karya yang dipamerkan merupakan koleksi dari lima istana, yakni Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Bogor, Istana Tampaksiring, Istana Yogyakara dan Istana Kepresidenan Cipanas.

Namun, ada 3 karya seni legendaris yang menjadi ikon pameran. Pertama adalah Patung Pemanah karya Strobl yang dibuat tahun 1919. Sehari-hari, patung ini berada di halaman depan Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran.
Yang kedua adalah Lukisan Memanah buatan Henk Ngantung tahun 1944. Lukisan ini turut menjadi saksi peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 di kediaman Sukarno.

Dan yang terakhir lukisan Perkelahian dengan Singa milik Raden Saleh yang dibuat tahun 1870. Sekitar tahun 1970, Ratu Belanda Juliana menghadiahkan lukisan ini ke Pemerintah Indonesia.

Selain pameran, dijelaskan Pratikno, masyarakat nantinya juga bisa mengikuti lomba lukis kolektif pelajar dari 34 Provinsi. Ada juga workshop menjadi apresiator seni terhebat yang akan diikuti oleh para pelajar wilayah DKI.

"Stand photo booth juga disediakan. Para pengunjung dapat mengabadikan momen saat berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia untuk menikmati karya seni koleksi Istana Kepresidenan nanti," pungkasnya.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap, perayaan HUT RI tahun ini lebih meriah dan ramai dari tahun sebelumnya.

"Inilah kesempatan bagi kita untuk memanfaatkan acara kebudayaan atau culture event. Dengan begitu negara kita akan semakin dikenal negara lain di berbagai belahan dunia," ujar Arief Yahya.

Arief mengatakan 60 persen sektor pariwisata berasal dari budaya dan 30 persen dari alam. Karenanya, pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan dapat pula menjadi ajang pariwisata. Menurutnya, pengunjung dapat melihat secara langsung lukisan yang sebelumnya tidak dapat dilihat oleh masyarakat umum.

"Tugasnya Kementerian Pariwisata adalah lebih mempublikasikan dan mempromosikan agar wisatawan datang ke Indonesia, khususnya ke pameran ini," ungkap Arief. (stu)