Tips Agar Tak Tertipu Ulasan Wisata Palsu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 03/08/2018 18:12 WIB
Tips Agar Tak Tertipu Ulasan Wisata Palsu Ilustrasi. (StockSnap/Luis Llerena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ulasan mengenai tempat wisata di dunia maya menjadi hal yang dicari banyak turis, terutama yang ingin berwisata ke luar kota atau ke luar negeri.

Selain hotel turis juga biasanya mencari ulasan tempat makan dan objek wisata di sekitarnya.

Ada banyak sumber ulasan yang bisa dibaca, mulai dari tulisan wartawan, blogger, sampai situs seperti Yelp, Google+ Local, atau TripAdvisor.


Tapi jangan langsung terlena dengan satu ulasan, karena banyak pemilik tempat usaha yang menghalalkan segala cara agar bisnisnya mendapat pujian di dunia maya.

Berikut ini beberapa cara agar tak terjebak ulasan palsu:

1. Baca yang Terburuk

Situs ulasan wisata biasanya memiliki sistem membaca ulasan dari yang terbaik sampai yang terbaik.

Biasakan membaca ulasan paling buruk terlebih dahulu agar mengetahui masalah umum di sana yang dialami tamu sebelum kita.

Jawaban profesional dari pemilik bisnis atas ulasan yang diberikan juga bisa jadi pertimbangan baik atau buruknya layanan yang bakal diberikan.

2. Bandingkan

Setelah membaca ulasan terburuk jangan lupa baca ulasan terbaiknya. Bandingan jumlah antara ulasan baik dan buruk.

Jika ulasan buruk ditulis berulang dan terjadi di minggu atau bulan yang berdekatan, bisa jadi ulasan itu benar adanya.

Sebaliknya, jika ulasan buruk ditulis berulang dan terjadi di waktu yang tak berdekatan, bisa jadi juga ulasan itu ditulis oleh pesaing bisnisnya.

Hal yang sama juga bisa diamati dari ulasan baik.

Kalau ulasan yang ditulis bertema sama dan ungkapannya membosankan, ada kemungkinan pemilik bisnis melakukan kecurangan, contohnya memberikan makanan atau minuman gratis agar tamu mau menuliskan ulasan baik.

3. Kurang Rinci

Situs Inc mengungkap bahwa sebagian besar ulasan palsu menulis segala sesuatunya kurang rinci dan kurang personal.

Contohnya jika akun A menulis tentang indahnya bangunan hotel tanpa menulis kondisi kamar secara rinci, turis boleh berpikir dua kali sebelum memesan kamar di hotel itu.

4. Drama

Tak ada yang lebih mencurigakan dari membaca ulasan buruk dengan kalimat terlalu kejam dan ulasan baik dengan kalimat terlalu manis.

Jangan terbawa emosi saat membaca ulasan dramatis seperti itu. Lebih baik fokus membaca ulasan yang berkalimat sederhana dan sesuai dengan yang dicari.

5. Akun Palsu

Forum pengguna di TripAdvisor juga sering membicarakan tentang ulasan palsu.

Para pengguna dalam forum tersebut mengingatkan agar selalu waspada dengan akun-akun palsu yang sengaja dibuat untuk memberi dan menambah jumlah ulasan baik.

Akun palsu biasanya jarang mengunggah ulasan di tempat lain. Misalnya ada akun A yang selalu mengunggah ulasan baik di jaringan hotel 123, bisa jadi akun A adalah akun palsu.

6. Tak Ada yang Sempurna

Kalau sudah terlalu bingung membaca ulasan, sebaiknya mengingatkan diri bahwa sebenarnya tak ada yang sempurna di dunia ini, terutama soal hotel atau restoran.

Bisa juga berpegang pada pedoman "ada uang, ada barang" dengan makna: tempat murah belum tentu memberikan pelayanan maksimal dan tempat mahal haram memberikan pelayanan yang payah.

Tapi pedoman itu kembali lagi pada diri sendiri karena murah, mahal, payah, dan maksimal, adalah hal yang subyektif bagi setiap turis.

Mungkin kamar hotelnya tak besar, tapi apakah lokasi dekat dengan keramaian kota? Atau mungkin makanan yang datang cukup lama, tapi apakah didatangi banyak turis? Hal itu bisa jadi beberapa pertimbangan.

Jika merasa diri bisa menanggulangi kekecewaan-kekecewaan sepele macam itu, percayalah bahwa liburan akan terasa lebih menyenangkan.

(ard)