Langkah Mengamankan Diri dalam Bencana Tsunami

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 10:30 WIB
Setelah terjadi gempa dan sebelum terjadi tsunami biasanya permukaan laut mendadak surut dan rendah dari biasanya. Ilustrasi. (WikiImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan luas perairan sekitar 3,2 juta kilometer persegi dan luas darat 1,9 juta kilometer persegi.

Oleh karena itu Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata bahari populer di dunia, karena turis bisa menunggangi ombak sampai menjelajah terumbu karang di sini.

Tapi jangan lupa juga bahwa Indonesia masuk dalam lingkaran Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik atau Sabuk Gempa Pasifik, sehingga bencana alam seperti letusan gunung berapi atau gempa bumi bisa sewaktu-waktu melanda, seperti yang terjadi di Lombok dan Bali pada pekan kemarin.


Pada Minggu (5/8) malam tercatat Lombok dan Bali diguncang gempa bumi dengan kekuatan 7 skala Richter. Seminggu sebelumnya gempa dirasakan berkekuatan 6,4 skala Richter.

Sejak gempa bumi berkekuatan besar terjadi, ratusan gempa susulan yang berkekuatan lebih rendah ikut dirasakan.

Puncaknya pada Minggu (5/8) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pernyataan gempa berpotensi tsunami meski beberapa jam kemudian peringatan tersebut dicabut.

Lombok dan Bali merupakan destinasi wisata bahari di Indonesia yang paling ramai didatangi turis, baik lokal sampai mancanegara.

Tentu saja peringatan tsunami sempat membuat suasana di sana mencekam, karena turis takut gulungan ombak besar bakal meluluhlantakkan kawasan wisata, seperti yang pernah terjadi di Thailand, Jepang, Aceh, dan Mentawai pada beberapa tahun yang lalu.

Dari wawancara yang dilakukan CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Senin (6/8) pagi, ekspatriat dan warga di Bali mengaku saat ini kepanikan telah mereda dan kini mereka terus memantau informasi terkini dari BMKG.

Marc, ekspatriat asal Spanyol yang tinggal di kawasan Uluwatu, mengatakan kalau dirinya tak terlalu khawatir dengan peringatan tsunami karena mengetahui tempat tinggalnya berada di area perbukitan.

"Saya hanya khawatir jika bangunan ambruk saat gempa. Selebihnya saya menunggu pemerintah memberikan informasi terkini, bukan hanya soal peringatan tapi juga mengenai jalur evakuasi," kata Marc.

Sementara itu Hermawan, warga yang tinggal di kawasan Nusa Dua, mengatakan hal yang senada.

"Peringatan tsunami sempat membuat bingung turis yang ada di Bali, karena peringatan tak disertai dengan informasi jalur evakuasi. Kami jadi mencari tahu sendiri di internet langkah apa yang harus dilakukan jika seandainya tsunami terjadi," ujar Hermawan.

Peringatan tsunami memang telah berlalu, namun jika sedang berada di kawasan perairan dan mengalami hal tersebut berikut ini antisipasi yang bisa dilakukan seperti yang dikutip dari situs Red Cross:

1. Jika dari kawasan Anda tak bisa melihat gulungan ombak di lautan, bisa dibilang kawasan Anda aman dari gulungan tsunami.

2. Setelah terjadi gempa dan mendapat peringatan tsunami, jangan panik dan segera cari jalur menuju ke kawasan tinggi.

Idealnya kawasan tersebut lebih tinggi 30 meter dari permukaan laut atau sejauh 3 kilometer dari laut.

3. Setelah terjadi gempa dan sebelum terjadi tsunami biasanya permukaan laut mendadak surut dan rendah dari biasanya.

Jangan berusaha mendekati kawasan perairan, karena gulungan tsunami bisa saja terjadi beberapa menit setelah pertanda itu terlihat.

4. Gulungan tsunami pertama mungkin tak terasa berbahaya karena berukuran kecil. Yang perlu diwaspadai adalah gulungan yang kedua dan seterusnya, yang mungkin bakal terjadi selama beberapa jam.

5. Tsunami bukan hanya berbentuk gulungan ombak, karena bisa saja menyebabkan banjir bandang yang mendadak menenggelamkan kawasan.

6. Jauhi benda yang mudah runtuh, bersifat tajam, dan dialiri listrik untuk menghindari berada di dalam air bersama benda-benda berjenis tersebut.

7. Unduh aplikasi peringatan gempa seperti yang dimiliki oleh BMKG (tersedia di Android dan iOs).

Jangan mencari informasi dari sumber yang tak resmi, seperti broadcast message, untuk menghindari kepanikan.

8. Kalau berada di kawasan yang rawan bencana alam seperti tsunami, kemas satu tas berisi barang-barang penunjang keselamatan yang bisa dibawa dengan ringkas.

(ard)