Gempa 7 SR Berlalu, Tamu Hotel di Lombok Tidur di Luar

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 01:04 WIB
Gempa 7 SR Berlalu, Tamu Hotel di Lombok Tidur di Luar Suasana di sebuah rumah sakit di Mataram, NTB, setelah terjadi gempa 7 SR, Minggu (5/8). (AFP PHOTO / Rita Siswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) sekitar pukul 18.00 WITA masih menyisakan kekhawatiran. Di Hotel Santika, Lombok, pihak pengelola bahkan mengarahkan para tamu untuk tidur di luar hotel.

Ira, wisatawan asal Jakarta mengatakan para tamu diarahkan untuk tidur di alun-alun yang lokasinya terletak di seberang hotel.

"Gabung sama warga yang lain. Warga juga banyak yang camping kok," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/8) dini hari.


Ira tak berada di hotel saat gempa terjadi. Namun, ketika hendak memasuki hotel, pihak hotel tak mengizinkan dirinya dan tamu lain masuk.

Kata Ira, kondisi hotel berantakan akibat gempa. "Enggak rusak, tapi berantakan. Tulisan di tembok sama beberapa keramik rontok."

Arahan pengelola hotel agar para tamu tidur di luar tak mendapat protes. Menurut Ira para tamu kooperatif terhadap arahan pengelola hotel.

"Cuma ada [tamu] yang bertahan di pos satpam karena colokan," kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat sampai saat ini mendata ada 31 korban tewas akibat gempa di Lombok.

Para korban tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah memerintahkan TNI untuk mengirim kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990), ke wilayah Lombok.

Selain, KRI dr. Soeharso (990), TNI juga mengerahkan batalion kesehatan dari Batalion Kesehatan 1/Kostrad dan Batalion Kesehatan 2/Marinir.

"Mereka membawa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda lapangan, dapur lapangan dan lainnya," kata Hadi di Jakarta.
(wis)