"Kami optimis suksesi alam bakal memulihkan kerusakan hutan di Gili Lawa," kata Budi seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sejumlah pihak masih melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan masih berlangsung, tim penyidik sementara olah TKP bersama pihak Laboratorium Forensik dari Denpasar," ujar Budi.
Untuk sementara, lanjutnya, Balai TN Komodo masih menutup aktivitas wisata di Pulau Gili Lawa hingga waktu yang tak ditentukan.
Diberitakan sebelumnya kebakaran hutan padang savana terjadi di bukit Pulau Gili Lawa pada Rabu (1/8) sekitar pukul 18.15 Wita malam.
Akibat angin kencang, topografi yang curam, serta vegetasi savana yang kering, api mudah membesar dan menjalar sehingga baru berhasil dipadamkan petugas pada pukul 03.10 Wita dini hari.
Gili Lawa merupakan salah satu pulau di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, yang tidak dihuni manusia maupun satwa prioritas konservasi, seperti komodo (Varanus Komodoensis) maupun kakatua kecil jambul kuning (Cacatua Sulphurea Occidentalis).
"Di Gili Lawa memang tidak ada satwa komodo karena bukan habitatnya, juga tidak ada spesies kunci," kata Budi.
(ard)