Asita Soroti Kapal Wisata Tanpa Fasilitas Baju Pelampung

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 15:09 WIB
Asita Soroti Kapal Wisata Tanpa Fasilitas Baju Pelampung Pantai Merah Muda atau Pink Beach di kawasan Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Nusa Tenggara Timur (Asita NTT), Abed Frans, mengeluhkan keberadaan kapal wisata tanpa fasilitas keamanan berupa baju pelampung yang beroperasi di kawasan wisata komodo, Pulau Flores.

"Kami selalu menemukan kapal wisata yang membawa wisatawan ke Pulau Komodo tanpa dilengkapi fasilitas baju pelampung," kata Abed di Kupang, seperti yang dilansir dari Antara, Kamis (1/3).

"Baju pelampung merupakan standar keselamatan dalam transportasi laut. Apalagi saat ini Taman Nasional Komodo sudah menjadi destinasi wisata yang mendunia," lanjutnya.


Terkait kondisi itu, Abed meminta otoritas di Labuan Bajo, Kabupetan Manggarai Barat, untuk melakukan sidak ke ratusan kapal wisata yang beroperasi di sana.

"Kapal wisata yang beroperasi mencapai 300 unit, semuanya harus dipastikan aman," tegas Abed.

Taman Nasional Komodo memang sedang giat membenahi kawasannya, terutama setelah kawasan ini terpilih menjadi destinasi wisata tambahan bagi delegasi Pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober mendatang.

Selain membuat zona kunjungan demi kelestarian kawanan komodo dan alam sekitarnya, pemerintah di sana juga mulai menyiapkan segala fasilitas dan layanan untuk memudahkan tamu.

Diperkirakan, ribuan orang yang ikut pertemuan dunia itu akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

Jumlah tersebut belum ditambah dengan ribuan turis domestik dan mancanegara yang datang menghabiskan momen liburan akhir tahun.

"Mereka merupakan tamu-tamu kelas VVIP, sehingga kita harus pastikan siap memberi fasilitas dan layanan terbaik, terutama aspek keselamatannya," pungkas Abed.

[Gambas:Instagram]

Selain Bali dan NTT, pemerintah dan Bank Indonesia menyiapkan empat destinasi wisata lain, yakni; Nusa Tenggara Barat, Danau Toba, Candi Borobudur dan Banyuwangi.

Destinasi wisata di luar Bali memang dioptimalkan untuk menambah ragam wisata bagi belasan ribu anggota delegasi dari 189 negara.

Slot penerbangan, akses transportasi darat dan laut juga akan ditambah untuk menambah konektivitas saat rangkaian pertemuan berlangsung.

"Penambahan destinasi membuat manfaat sektor pariwisata tak hanya dirasakan Bali, tapi juga daerah lainnya," ujar Peter.

Peter lanjut mengatakan, jumlah destinasi bisa saja ditambah, mengingat rangkaian acara pertemuan tahunan akan berlangsung sepanjang tahun ini.

(ard)