Hari Kucing Sedunia

6 Penyakit Berbahaya yang Bisa Ditularkan Kucing Tak Terawat

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 16:51 WIB
6 Penyakit Berbahaya yang Bisa Ditularkan Kucing Tak Terawat ilustrasi kucing (REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini para pemilik kucing merayakan hari kucing internasional. Perayaan ini kerap diwujudkan dengan penghormatan dan rasa sayang pada kucing. Rasa sayang juga bisa diwujudkan dengan menjaga kesehatan kucing kesayangan.

Memperhatikan kebersihan dan kesehatan kucing dapat menjauhkan hewan peliharaan ini dari penyakit yang dapat membahayakan untuknya dan untuk sang empu kucing.

Kucing yang tak terjaga kebersihannya bisa membuat manusia tertular penyakit berbahaya. Mengutip berbagai sumber, berikut penyakit yang mungkin disebarkan kucing ke manusia.



1. Bartonellosis (cat scratch disease)

Bartonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Tubuh manusia dapat terinfeksi bakteri dari gigitan atau cakar kucing yang terinfeksi bakteri. 

Jika terinfeksi, maka muncul gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening khususnya pada bagian kepala, leher dan lengan, demam, sakit kelapa, lemas, kehilangan berat badan dan hilang nafsu makan. 

Orang sulit mendeteksi kucing yang terinfeksi bakteri sebab kucing tidak menunjukkan gejala penyakit. Untuk mengurangi penularan penyakit, sebaiknya mengurangi bermain dengan kucing, segera membasuh bekas gigitan kucing, cakaran dan jangan biarkan kucing menjilati luka pada permukaan kulit. 

2. Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis adalah diare yang disebabkan parasit Cryptosporidium. Parasit dapat menular pada manusia jika ia kontak dengan feses hewan yang terinfeksi seperti anjing, kucing dan hewan ternak. 

Selain diare, infeksi dapat menimbulkan kram perut, demam, kejang, dan muntah. Penyakit dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali sistem imun manusia yang lemah maka penyakit ini dapat berakibat fatal. 

3. Infeksi cacing tambang

Hookworm alias cacing tambang dapat hidup di usus anjing dan kucing. Telur cacing dapat keluar bersama feses hewan. Manusia dapat terinfeksi setelah kontak dengan tanah yang mengandung cacing. 

Jika cacing masuk ke tubuh melalui kulit, maka timbul rasa sakit dan gatal luar biasa. Bila tertelan, cacing bakal menimbulkan pendarahan, peradangan dan rasa sakit pada perut. Infeksi cacing dapat sembuh setelah mengonsumsi obat antiparasit. 


4. Toksoplasmosis

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii. Keberadaannya cukup umum di dunia dan biasanya orang dewasa dengan sistem imun yang baik tidak memerlukan perawatan medis untuk sembuh dari infeksi. 

Parasit dapat menginfeksi hewan peliharaan seperti burung dan kucing. Manusia dapat tertular parasit lewat kontak dengan kotoran kucing atau air yang terkontaminasi kotoran, daging mentah yang terkontaminasi dan daging setengah matang. 

Toksoplasmosis pada orang dewasa dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Para ahli lebih menyarankan ibu hamil untuk tidak kontak dengan hewan peliharaan karena dapat ber‭isiko tinggi mengalami gangguan kehamilan seperti keguguran, kelahiran mati atau toksoplasmosis kongenital yang menimbulkan kerusakan otak, hilang pendengaran dan gangguan penglihatan pada bayi setelah dilahirkan. 

5. Campylobacteriosis

Campylobacteriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Campylobacter. Bakteri ini kerap ditemui pada feses hewan yang terinfeksi dan produk makanan yang terkontaminasi selama proses pembuatan. Umumnya, daging ayam mentah atau kurang matang paling sering jadi penyebab manusia ternfeksi bakteri ini. 

Jika terinfeksi gejala yang timbul antara lain, kram perut, diare yang kadang berdarah, mual dan muntah serta demam. 

6. Ringworm

Meski menyandang nama 'worm' tetapi penyakit ini bukan disebabkan oleh cacing melainkan oleh jamur. Infeksi jamur ini bisa menyebar pada  lapisan kulit mati, rambut dan kuku. Manusia umumnya tertular infeksi jamur lewat kontak langsung dengan anjing dan kucing. 

Infeksi ringworm dapat menyebabkan rasa gatal dan ruam yang menyakitkan. Ruam-ruam ini dapat menjadi sisik dan melepuh. Penting untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan sebab jamur ini bisa dengan mudah menginfeksi manusia terlebih anak-anak. (chs)