Tangan Mati Rasa, Gugun Blues Shelter Tetap Panaskan DCF 2018

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 10:45 WIB
Tangan Mati Rasa, Gugun Blues Shelter Tetap Panaskan DCF 2018 Band asal Jakarta Gugun Blues Shelter (GBS), ketika tampil dalam pertunjukan berskala nasional Dieng Culture Festival (DCF) 2018. (Dok. Kemenpar)
Banjarnegara, CNN Indonesia -- Band asal Jakarta Gugun Blues Shelter (GBS), sukses membuat penonton larut dalam pertunjukan berskala nasional Dieng Culture Festival (DCF) 2018 yang digelar di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, akhir pekan lalu.

Band yang berangotakan Gugun (gitar), Fajar (bass) dan Bowie (drum) mampu menghangatkan kawasan Candi Arjuna yang menjadi venue DCF 2018. Suhu dingin di tempat tersebut, mencapai tiga derajat celcius, tak menyurutkan semangat GBS untuk menghibur wisatawan yang datang.

"Ini pengalaman pertama main di dalam kulkas. Enak ga sound gitar gue?" Tanya sang vokalis yang juga gitaris, Gugun.


Malam itu, GBS membawakan 10 lagu dalam acara Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival ke 9. Gugun yang baru pertama kali hadir di Dieng mengaku sangat antusias meski tangannya sempat kram akibat kedinginan.

Tidak ingin menghilangkan euforia penonton, dia kembali mengajak hadirin mencair dalam hits barunya yang berjudul Sweet Looking Woman.

"Mati rasa nih tangan, Dieng gokil" ujarnya di sela-sela lagu.

Malam itu GBS benar-benar menjadi penghangat suhu. Mereka mengajak penonton masuk ke dalam ruang-ruang asmara yang ingin selalu dikenang. Usai lagu itu dinyanyikan, tepuk tangan penonton bergemuruh.

Pada hari pertama Jazz Atas Awan, tercatat ada 11 musisi jazz yang tampil dalam gelaran Dieng Culture Festival 2018. Dari penampilan Wedding Jahe, Gerhana.

Sementara pada hari ke 2 ada Festival Tumpeng, Festival Caping, Festival Kembang, dan yang paling banyak ditunggu wisatawan adalah Festival Lampion. Akan ada ribuan lampion bertebangan di langit Dieng. Festival lampion juga salah satu daya tarik Dieng Culture Festival 2018.

DCF sendiri masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia 2018 Kementerian Pariwisata dan tahun ini memasuki penyelenggaraan kesembilan.

"Performa positif terus ditunjukkan DCF. Sebagai salah satu atraksi pariwisata, event ini selalu sukses dalam setiap penyelenggaraannya. Selalu sukses menyedot wisatawan datang. Sampai ketemu di DCF 2018," ujar Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Melihat progres positif dan konsep DCF-9, apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menyatakan, DCF-9 sebagai event dengan kualitas dunia.

"Dieng Culture Festival jadi fenomena. Kekuatan culture dan naturenya luar biasa. Kelas festival ini sudah mendunia. Progresnya memang bagus, tapi branding harus lebih gencar lagi terutama di media sosial," tutup Menpar. (vws)