Toilet 'Terbuka' Bikin Geger Paris

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 14/08/2018 17:01 WIB
Toilet 'Terbuka' Bikin Geger Paris Bangunan toilet umum baru di Paris, Perancis. (REUTERS/Philippe Wojazer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Paris, Perancis, baru saja membuat terobosan baru dengan menghadirkan toilet umum ramah lingkungan di pinggir jalan.

Namun kehadiran toilet umum untuk buang air kecil khusus pria itu justru menggemparkan masyarakat, karena didesain terbuka nyaris tanpa penutup.

Diberitakan Reuters pada Selasa (14/8), toilet umum itu berada di pinggir Sungai Seine di Ile Saint-Louis, tak jauh dari katedral Notre Dame.


Diberi nama Uritrottoir--kombinasi bahasa Perancis untuk urinoir dan trotoar, bangunan toilet itu berukuran setinggi perut orang dewasa dan dibuat menghadap ke arah sungai yang sering dilalui perahu wisata pengangkut turis.

Di balik bentuknya yang nyaris tanpa sekat, sebenarnya toilet itu memiliki konsep ramah lingkungan yang ekonomis. 

Para pria dapat pipis menghadap kotak yang berisi jerami yang nantinya diolah untuk pupuk kompos.

Warga Paris langsung melayangkan protes melalui surat ke pemerintah kota terkait keberadaan toilet umum itu. Mereka meminta pemerintah kota merancang ulang bangunannya agar lebih "layak".

Dalam surat yang dikirim, warga menilai bahwa keberadaan toilet umum tidak sopan dan merusak tempat bersejarah di Paris.

"Tidak perlu menempatkan sesuatu yang tidak sopan dan jelek di tempat bersejarah. Di samping hunian terindah, kawasan itu juga menjadi lokasi Hotel de Lauzun tempat tinggal Baudelaire (penyair Perancis di abad ke-19)," kata seorang warga yang merupakan pemilik toko seni Venesia, Paola Pellizzari.

Paola sekaligus menyoroti toilet umum yang dibangun sekitar 20 meter dari sekolah dasar itu.

Warga lain menilai keberadaan toilet terbuka yang ramah lingkungan itu justru merusak lingkungan.

"Ini mengerikan. Kami diberi tahu harus menerima ini, tetapi ini benar-benar tidak dapat diterima dan mencemarkan kawasan bersejarah. Tidak bisakah orang berperilaku sopan?" kata seorang pemilik galeri seni yang tak ingin namanya dikutip.

Kepala Distrik Ariel Weil mengatakan bahwa pembangunan empat toilet umum itu dirasa tepat. Bahkan pemerintah kota Paris berencana untuk membangunnya lagi di sejumlah lokasi.

"Jika kami tak melakukan apa-apa, maka pria akan kencing sembarangan di jalanan. Tapi jika keberadaannya benar-benar mengganggu, kami akan pindahkan ke lokasi lain," kata Weil.

(ard)