Kembangkan Pariwisata, MarkPlus Center Buka Kantor di Bali

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 19:06 WIB
Kembangkan Pariwisata, MarkPlus Center Buka Kantor di Bali MarkPlus Center for Tourism & Hospitality (MPCTH) meresmikan kantornya di Sanur, Bali terkait dengan upaya pengembangan industri pariwisata pada Kamis. (Foto: Dok. Kemenpar)
Denpasar, CNN Indonesia -- MarkPlus Center for Tourism & Hospitality (MPCTH) meresmikan kantornya di Sanur, Bali terkait dengan upaya pengembangan industri pariwisata pada Kamis.

Peresmian kantor baru MPCTH dilakukan Menteri PariwisataArief Yahya beserta Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di Soya Restaurant di Sanur.

Arief menuturkan keberadaan MPCTH di Bali sangat strategis karena menjadi merupakan pusat pengembangan bisnis khusus industri pariwisata. Selain itu, Bali merupakan gerbang dan barometer pariwisata nasional.



"Kehadiran MarkPlus Center for Tourism & Hospitality dan Hermawan Kertajaya sebagai Staf Khusus Pemerintah Provinsi Bali yang diusulkan Bali Tourism Board sangat penting. Terutama sebagai konektor Kemenpar-Pemprov Bali-Pemkab/Pemkot untuk merajut satu jalur pariwisata," kata Arief.

Target 20 Juta Wisman

Dia menuturkan keberadaan MPCTH telah menjawab pengembangan infrastruktur, destinasi pariwisata, dan kebijakan pemerintah secara komprehensif. Keberadaan pusat pengembangan bisnis ini juga untuk memenuhi standar global untuk membantu mengembangkan sumber daya lokal sebagai langkah untuk memenangkan kompetisi di industri pariwisata.

"Hal ini seiring dengan target wisman yang ditarget akan mencapai 20 juta wisman di 2019 yang bakal hadir ke Indonesia. Ini membutuhkan kerjasama dari seluruh stakeholder pariwisata," katanya.


Sementara itu, Founder & CEO MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya mengatakan, MPCTH akan terus berpartisipasi aktif dalam menguatkan pariwisata Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan diskusi pariwisata setiap tahun di Jakarta dan Bali.

Tujuannya, untuk memberikan masukan melalui evaluasi dan pencapaian serta tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh pariwisata Indonesia.

Selain itu, MPCTH juga merancang berbagai macam aktivitas dan program seperti seminar nasional terkait pasar Tiongkok dan India.

"Saat ini, kami juga membantu pemerintahan provinsi Bali sebagai staf ahli untuk turut serta menyusun grand design pariwisata 5 tahun kedepan. Sehingga kepariwisataan Bali sebagai gerbang pariwisata Indonesia akan semakin berkembang lagi," kata Hermawan. (asa)