Kekayaan Aceh Bakal 'Menyala' di GAMIFest 2018

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 21:17 WIB
Kekayaan Aceh Bakal 'Menyala' di GAMIFest 2018 Tarian Ratoh Jaroe. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lewat Tarian Ratoh Jaroe, kebudayaan Aceh sukses menyita perhatian dunia saat pembukaan Asian Games 2018. Tak hanya itu, kekayaan Aceh lainnya juga bakal dapat dinikmati di Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 pada 14 September-23 November.

Konsep GAMIFest 2018 juga bakal diisi dengan sport tourism, pameran, hingga pameran dengan melibatkan empat Kabupaten di Aceh. Ini terdiri dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani mengatakan GAMIFest bakal digelar secara meriah karena melibatkan empat kabupaten.

"GAMIFest 2018 ini akan digelar meriah. Sebab, event-nya melibatkan empat kabupaten dengan kekhasannya. Beragam atraksi akan disajikan," ungkap Ramadhani, Rabu (22/8).


GAMIFest 2018 diawali dari Kabupaten Aceh Tengah yang berlokasi di Lapangan Musara Alun, Takengon. Kegiatan akan terdiri dari Parade seni dan budaya, pameran, hingga sport tourism.

"Wilayah Aceh tengah ini memiliki potensi yang besar sebagai destinasi pariwisata. Budaya dan alam di sini sangat bagus," katanya.

Selain membidik kunjungan wisatawan, GAMIFest 2018 juga menjadi magnet penarik investor karena pelbagai potensi yang dimiliki oleh wilayah Aceh tengah itu.

Setelah digelar berurutan, Belangkejeran dan Gayo Lues, akan menjadi tempat penutup GAMIFest 2018 pada 24 November.


Tari Saman jadi Penutup

Acara penutupan bakal diisi dengan Saman Roa Lo Roa Ingi atau Saman Dua Hari Dua Malam. Dibawakan kolosal, pertunjukan Tari Saman ini akan diikuti oleh 15.000 penari yang berasal dari 140 desa di wilayah Gayo Lues.

Sejumlah negara sahabat juga akan dilibatkan dalam pentas Tari Saman yang dikuti oleh 15.000 penari.

Kepala Dinas Pariwisara Gayo Lues Syafruddin menjelaskan pengembangan dari Tari Saman, yakni ada lokakarya untuk perwakilan negara sahabat.

"Selain tarian massal, nantinya ada juga pendirian Saman Centre. Ada juga workshop Saman bagi peserta perwakilan dari negara sahabat," jelasnya.


Pada 2017, Tari Saman berhasil memecahkan rekor dengan 12.267 penari sehingga masuk ke dalam catatan rekor MURI. Syafruddin menuturkan tari Saman itu juga dinilai sebagai warisan dunia dan menjadi simbol harmoni di bumi.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, menilai Aceh sebagai daerah yang sangat kaya akan budaya.

"Aceh juga terkenal dengan kulinernya. Sebab, Aceh kaya akan rempah-rempah. Datang ke Aceh saat GAMIFest 2018 digelar adalah pilihan terbaik," katanya. (asa)


BACA JUGA