Belanja Preloved, Cara Pintar Miliki Barang Mewah

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 12:42 WIB
Belanja Preloved, Cara Pintar Miliki Barang Mewah Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barang bekas alias barang seken telah lama jadi salah satu alternatif belanja dalam dunia fesyen. Namun, kini barang seken itu dipersolek dengan kata-kata anyar yang lebih menarik perhatian. 'Preloved', kini tren barang-barang bekas itu disebut.

Preloved merupakan kosakata bahasa Inggris yang berarti barang seken. Kosakata ini kini jadi lebih sering disebut daripada barang bekas atau barang seken, terutama untuk barang-barang mewah.

"Preloved itu cuma permainan kata-kata saja, ya. Sebutan manisnya, ya, pereloved. Intinya, ya seken," kata pendiri Irresistible Bazaar Marissa Tumbuan saat konferensi pers pembukaan bazar khusus untuk barang-barang preloved di Gandaria City, Jakarta, belum lama ini.


Ini merupakan kali ke-13 Marissa menggelar Irresistible Bazaar yang mengumpulkan para penjual barang-barang bekas terpercaya. Getol digelarnya acara ini didorong oleh tren dan permintaan terhadap barang bekas yang terus meningkat.

Data yang dimiliki Reebonz--salah satu platform e-commerce dalam fesyen--menyebut bahwa tren barang-barang preloved ini tengah naik daun. Di Indonesia, transaksi untuk barang-barang preloved mewah dan orisinal tercatat sekitar US$500 juta.


Saat ini, kata Marissa, banyak orang lebih terbuka mengenakan barang-barang mewah seken. Kebanyakan orang tak lagi memikir gengsi, karena perbedaan antara barang baru atau seken cenderung tak terlihat.

"Kalau gengsi itu preferensi masing-masing. Ini saya pakai barang seken enggak kelihatan, kan, barangnya preloved. Intinya preloved itu salah satu cara menjadi pembeli pintar," tutur Marissa.

Barang preloved, sebut Marissa, membuat orang-orang bisa memiliki barang mewah orisinal dengan harga miring. Selain harga yang lebih murah, barang preloved juga biasanya memiliki kondisi layak pakai.

"Trennya sekarang sudah open minded. Ini bukan suatu hal yang tidak layak pakai atau seperti barang garage sale, tapi tetap seperti barang-barang dengan kondisi yang baik dan punya nilai fesyen dan nilai jual," ucap Marissa.

Kondisi barang adalah salah satu penentu kualitas barang preloved. Ada beberapa kategori barang preloved, mulai dari 'like new' (seperti baru) hingga 'need spa' (membutuhkan spa).

Preloved kategori 'like new' biasanya hadir dengan kondisi yang masih sangat bagus. Waktu pemakaian sebelumnya juga mungkin bisa dihitung dengan jari. Lalu, ada pula kategori preloved 'excellent' dan 'very good condition' dengan kondisi barang 80 persen bagus.

Yang terakhir adalah kategori 'need spa', di mana barang seken tersebut membutuhkan perawatan pada bagian tertentu. "Istilahnya yang need spa ini sudah terlalu puas pakai," ujar Marissa.


Tak cuma menentukan kualitas, kondisi barang preloved ini juga menjadi acuan harga jual barang. Semakin baik kondisi barang, maka semakin tinggi harga yang ditawarkan.

Selain itu, tren fesyen yang tengah diminati juga turut memengaruhi harga barang. Semakin banyak barang dicari, maka harga bakal semakin melambung tinggi.

Namun, tak ada patokan khusus berapa harga jual barang-barang preloved ini. Kira-kira kisarannya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. "Enggak ada teori yang harus diikuti plek-plek," ucap Marissa.

Bagi Anda yang tertarik dengan barang-barang preloved, Anda tentu kudu memperhatikan beberapa hal. Marissa mengatakan bahwa barang-barang orisinal memiliki ciri autentik yang tak bisa ditiru oleh produk KW sekalipun.

Anda perlu meneliti aroma dan tekstur kulit, kode barang, hingga resleting. Selain itu, penjual dengan rekam jejak yang bagus juga mesti jadi perhitungan.

Harganya jauh lebih murah dan kualitas barang terpercaya ini membuat banyak orang kepincut mengejar barang-barang preloved. Katie, misalnya, yang gemar membeli barang preloved. Pasalnya, dengan belanja barang-barang preloved ini, perempuan berusia 47 tahun itu bisa mendapatkan barang bermerek dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

"Wah, murah sekali harganya bisa turun jauh. Kan, enggak kelihatan juga ini barang preloved atau tidak," ujar Katie. (asr/chs)