Studi: Zat Kimia di Produk Sehari-hari Bisa Bikin Gemuk

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 09:39 WIB
Studi: Zat Kimia di Produk Sehari-hari Bisa Bikin Gemuk ilustrasi berat badan (Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehidupan manusia di zaman modern tak bisa lepas dari paparan beragam zat kimia. Mulai dari produk kecantikan, kemasan makanan, dan masih banyak lagi.

Tak cuma mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan, tapi bahan-bahan kimia yang kerap ditemukan dalam produk sehari-hari itu juga berpotensi memicu peningkatan berat badan. Penelitian terbaru menemukan zat kimia seperti perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl (PFAS) dapat berperan dalam penambahan berat badan.

PFAS merupakan bahan kimia sintetis yang banyak digunakan dalam berbagai produk seperti peralatan masak antilengket, kain, kemasan makanan, produk sehari-hari, dan produk pembersih. Zat PFAS dapat menumpuk dan bertahan di dalam tubuh pada jangka waktu yang lama.



Studi dari Harvard Medical School ini menganalisis data dari 950 orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki pradiabetes pada 1996 hingga 1999.

Penelitian ini sebenarnya bertujuan untuk melihat efektivitas program penurunan berat badan pada orang pradiabetes selama 15 tahun. Di saat yang bersamaan, peneliti juga mengukur tingkat PFAS dalam darah partisipan.

Hasilnya, peneliti menemukan tingkat PFAS yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan penambahan berat badan pada orang yang tidak mengikuti program diet dan perubahan gaya hidup sehat. Setiap dua kali lipat kenaikan PFAS dikaitkan dengan penambahan 1,8 kg berat badan dalam sembilan tahun.

Namun, kaitan antara PFAS dengan penambahan berat badan tak berlaku pada orang yang mengikuti program diet dan perubahan gaya hidup.


"Temuan ini dapat menunjukkan bahwa PFAS bertindak sebagai obesegons (bahan kimia yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kenaikan berat badan) pada orang yang memiliki faktor risiko obesitas. Tetapi tidak (meningkatkan kerentanan) jika faktor itu dikurangi," kata peneliti dikutip dari Live Science.

Peneliti menyimpulkan bahwa kandungan PFAS yang dapat meningkatkan berat badan itu dapat dilawan dengan diet seimbang dan olahraga teratur.

Beberapa penelitian sebelumnya juga sudah menghubungkan paparan PFAS dengan masalah kesehatan tertentu seperti berat badan bayi yang rendah, penyakit tiroid, kanker, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya. (asr/chs)