Hari Olahraga Nasional

Bahaya Pakai Jaket saat Olahraga Lari

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Minggu, 09/09/2018 14:31 WIB
Bahaya Pakai Jaket saat Olahraga Lari Foto: istock/lzf
Jakarta, CNN Indonesia -- Lari kini menjadi salah satu olahraga yang tren di kalangan anak muda. Berbagai event lari pun diadakan dan ramai peminat.

Tak cuma event lari yang menjamur, namun lari juga membuat berbagai lini fesyen melihat lari sebagai peluang bisnis. Sebut saja koleksi aksesori sporty sampai apparel olahraga yang kian modis.

Tak cuma sport bra, legging sport, kaos lari, sampai sepatu lari yang jadi hit, jaket olahraga yang diklaim menyerap keringat dan 'adem' dipakai saat olahraga juga banyak diburu pecinta lari. Jaket lari ini banyak dipakai sebagai outerwear 'wajib' lari, baik untuk alasan tampilan (agar tak gosong karena matahari) sampai alasan modis.



Hanya saja, mantan fisioterapis tim sepak bola nasional Indonesia Matias Ibo mengungkapkan bahwa pelari tak perlu pakai jaket saat lari, apalagi di cuaca panas.

"Banyak orang pakai jaket saat lari, memang sih terlihat lebih modis dan keren, tapi ini sebenarnya bahaya apalagi kalau dipakai di suhu panas siang bolong," kata kata Matias Ibo kepada CNN Indonesia.com beberapa waktu lalu.

"Ada lagi alasan lainnya yaitu karena mau kurus, jadi lari pakai jaket di siang bolong. Memang terlihat seperti berat badan turun tapi itu sebenarnya kehilangan cairan tubuh yang berlebihan."

Matias mengatakan bahwa jaket lari yang dipakai di udara panas akan membuat tubuh semakin panas. Hal ini menyebabkan tubuh akhirnya memproduksi keringat lebih banyak.

Produksi keringat yang lebih banyak ini akan membuat tubuh berpotensi dan lebih cepat mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan semakin parah jika tubuh tak mendapat asupan cairan yang cukup.


Tak cuma berhenti di dehidrasi, memakai jaket lari saat berlari di cuaca panas dan tak diimbangi oleh asupan cairan juga akan menyebabkan masalah gagal ginjal.

"Pakai jaket sebenarnya boleh saja, kalau dicuaca dingin ekstrem, misalnya saat sedang salju maka tak ada masalah," ucapnya.

"Karena sebenarnya jaket lari itu didesain untuk negara-negara dengan musim dingin. Seperti di Swiss misalnya, saat musim dingin suhunya bisa minus 20 derajat, maka harus pakai jaket untuk menghangatkan tubuh."

Selain di musim dingin, Matias juga mengungkapkan pengecualian untuk bisa pakai jaket saat olahraga.

"Boleh saja kalau lagi pergi ke gym. Tapi kalau olahraganya sudah high endurance seperti lari atau sepeda, itu sudah tidak boleh." (chs)