Hidup Sehat, Umur Orang Eropa Semakin Panjang

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 07:11 WIB
Hidup Sehat, Umur Orang Eropa Semakin Panjang ilustrasi (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang Eropa tampaknya bisa dapat hidup lebih lama di dunia. Laporan terbaru yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kesehatan Eropa menunjukkan angka harapan hidup orang Eropa terus meningkat tiap tahunnya. 

Akan tetapi, risiko yang dihadapi seperti obesitas dan kurangnya vaksin dapat menghambat angka harapan hidup tersebut.

Berdasarkan laporan tersebut, orang Eropa menambah lebih dari satu tahun rentang hidup mereka dalam lima tahun. Pada 2010, tercatat angka harapan hidup orang Eropa mencapai 76,7 tahun dan meningkat menjadi 77,8 tahun pada 2015.



"Orang hidup lebih lama, harapan hidup meningkat dan kematian prematur menurun. Dan itu tentu saja adalah informasi kesehatan yang hebat," kata perwakilan dari Kantor Regional WHO untuk Eropa, Claudia Stein, seperti diberitakan CNN.

Meski harapan hidup orang Eropa meningkat, Stein menjelaskan hal itu tidak terjadi merata di semua negara di Eropa. Data itu menunjukkan kesenjangan yang besar antara beberapa negara. Misalnya, rata-rata orang di Luksemburg yang memiliki dapat hidup hingga 83 tahun, sedangkan di Moldova tak sampai 72 tahun. Perbedaan itu mencapai 11,4 tahun.

Sementara itu, perempuan di Eropa juga memiliki harapan hidup lebih lama 6,6 tahun dibandingkan laki-laki. Perempuan dapat hidup hingga 81,2 tahun sedangkan laki-laki hanya 74,6 tahun.

Di sisi lain, angka harapan hidup yang tinggi ini tetap memiliki risiko kesehatan seperti tingginya prevalensi obesitas dan merokok di seluruh Eropa.

"Penting untuk tidak melupakan itu, mungkin karena itu  suatu hari nanti kita bukan lagi wilayah yang paling lama hidup di dunia," kata Stein.

Tercatat, sepertiga orang Eropa yang berusia di atas 15 tahun merupakan perokok. Sementara, konsumsi alkohol cenderung menurun walaupun masih menjadi yang tertinggi di dunia.


"Kami masih memiliki catatan buruk, tingkat konsumsi alkohol sangat tinggi. Pada dasarnya kami adalah juara dalam minum-minum," tutur Stein.

Sementara itu, lebih dari setengah orang Eropa mengalami obesitas. Negara dengan prevalensi kelebihan berat badan tertinggi di kalangan remaja adalah Yunani dan Greenland dengan 40 persen anak laki-laki berusia 11 tahun mengalami obesitas.

Di beberapa negara Eropa Selatan seperti Italia, Malta dan Spanyol, satu dari lima anak laki-laki mengalami obesitas.

Selain itu, Stein juga menyoroti wabah campak di beberapa negara di Eropa yang banyak membunuh anak-anak. Beberapa negara di Eropa seperti Ukraina masih memiliki masalah dalam stok vaksin dan beberapa kelompok juga masih menolak memberi vaksin pada anak mereka. (chs)