Tiket Elektronik untuk Kelestarian Alam di Thailand

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 20:22 WIB
Tiket Elektronik untuk Kelestarian Alam di Thailand Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak lama lagi para pelancong yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam di Thailand, khususnya yang terkait dengan peraianan, harus memesan tiket terlebih dahulu dalam format tiket elektronik. Hal ini dilakukan untuk mencegah ancaman yang bisa merusak panorama alam di kawasan tersebut.

Departemen Taman Nasional Thailand memutuskan untuk melarang penggunaan styrofoam dan plastik sekali pakai di 154 kawasan taman nasional.

Selama ini metode yang digunakan untuk memasuki kawasan taman nasional di Thailand masih sangat konvensional, yakni dengan uang tunai yang ditukar dengan lembaran tiket dari kertas.



Rencananya tiket elektronik akan diberlakukan pertama kali di tiga kawasan taman nasional yakni Hat Noppharat Thara-Mu Koh Phi Phi, Ao Phangnga, dan Mu Koh Similan.

"Sistem ini diharapkan mampu membuat kawasan taman nasional bebas dari ancaman sampah dan bisa memberikan pemasukan yang besar untuk negara," ujar kepala Departemen Taman Nasional Thailand, Songtham Suksawang, seperti yang dikutip dari travel wire asia, Kamis (13/8).

Untuk proses sosialisasi dan distribusi elektronik tiket, Depatemen Taman Nasional Thailand akan melakukan lelang terbuka dengan beberapa beberapa perusahaan besar di Thailand.


Rencananya pada bulan Oktober, Pemerintah Thailand akan mulai menjual tikt ke perusahaan yang memenangkan elang tersebut. Tepat sebelum musim liburan melanda Thailand.

Metode baru ini juga akan 'melenyapkan' gejala overtourism di beberapa kawasan taman nasional di Thailand, karena nantinya semua taman nasional bisa diakses lewat ranah daring. Tentu saja hal ini juga memberikan banyak pilihan bagi para wisatawan.

(agr/ard)