Target 17 Juta Turis, Kemenpar Bidik Wisatawan Asia Tenggara

CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 16:54 WIB
Target 17 Juta Turis, Kemenpar Bidik Wisatawan Asia Tenggara Di Laos, kegiatan Sales Mission 7 Destinasi Prioritas dilaksanakan pada Sabtu (22/9)/Foto: Dok Kemenpar
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin agresif menjaring wisatawan Asia Tenggara dengan tujuan merealisasikan target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2018.

"Pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara semakin meningkat. Pangsa pasarnya sangat potensial. Terbukti sekitar 40% wisatawan Indonesia berasal dari wilayah Asia Tenggara. Ini yang ingin kami tingkatkan," ujar Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara yang memimpin delegasi Wonderful Indonesia, Senin (24/9/2018).

Negara yang disasar kali ini adalah Laos dan Myanmar. Di Laos, kegiatan Sales Mission 7 Destinasi Prioritas dilaksanakan pada Sabtu (22/9), sedangkan di Myanmar pada Minggu (23/9).



Kegiatan ini merupakan pertemuan bisnis yang dilaksanakan secara round robin (sellers meet buyers). Sehingga, semua penjual dapat bertemu dengan seluruh pembeli yang hadir. Dalam kesempatan itu juga hadir tamu istimewa yakni Duta Besar RI untuk Laos, Pratito Soeharyo.

Eksplorasi Kemenpar di pasar Asia Tenggara makin terlengkapi dengan kegiatan ini. Sebelumnya, Kemenpar sudah menggali wisatawan di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Kelihatan, mereka berminat untuk mengunjungi semua destinasi di Indonesia karena mereka belum begitu paham. Sebenarnya ini keuntungan juga untuk kita, karena wisman pasti membutuhkan destinasi baru," katanya.

Untuk menambah daya dobrak wisata Tanah Air, tarian serta kuliner Indonesia turut diboyong pada kegiatan ini. Hal ini sekaligus memberikan gambaran kekayaan alam dan budaya Indonesia.

"Ini sengaja kita sajikan. Kita ajak mereka untuk ikut meng-explore kekayaan Indonesia, termasuk kekayaan destinasinya," lanjut Ukus.

Diakui Ukus, pasar Laos dan Myanmar belum sebesar negara-negara lain. Namun secara kualitas, wisatawan keduanya memiliki daya beli yang cukup tinggi serta jumlah wisatawannya pun terus meningkat setiap tahun.

"Laos misalnya, pada 2016 menyumbang 2.528 wisman ke Indonesia. Jumlah tersebut terkoreksi positif dengan torehan 3.915 wisman di 2017. Target kita dapat menarik 4.100 wisman Laos tahun ini," terang Ukus

Impact terhadap pasarnya diyakini Ukus akan sangat bagus dengan kegiatan ini. Prediksinya, kapasitas pintu masuk wisman akan menyebar lebih banyak ke destinasi lain, sehingga wisman tidak menumpuk di segelintir destinasi saja.

"Selama ini, pintu masuk wisman dari Bali 40%, Jakarta 30%, Batam-Bintan dan sekitarnya 20%, dan kota lainnya 10%. Jadi harus ada terobosan destinasi wisata baru dengan cepat karena kapasitas tiga pintu itu sudah terbatas," kata Ukus.


Sementara itu, Duta Besar RI untuk Laos Pratito Soeharyo menyampaikan, sepanjang 73 tahun usia Indonesia dan 61 tahun hubungan bilateral Indonesia-Laos, sudah ada banyak kemajuan. Namun, masih terdapat ruang pengembangan lebih lanjut, khususnya di bidang kerja sama kebudayaan serta pariwisata.

"Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di luar negeri termasuk di Laos. Di mana tentunya akan memberikan manfaat bagi kedua negara dan dapat meningkatkan neraca perdagangan dan ekonomi bilateral," ujarnya.

Tak lupa, Menpar Arief Yahya mengatakan, strategi promosi Wonderful Indonesia memang melalui tiga hal, yaitu BAS (branding, advertising, dan selling). Sales Mission ini adalah bagian dari selling, selain fam trip yang selalu digelar oleh Kemenpar.

"Ketiga strategi itu harus connect sampai menghasilkan wisman. Itu harus kita maksimalkan disetiap kesempatan. Terlebih momentumnya pas ketika nama pariwisata Indonesia sedang bersinar," pungkas Arief. (egp/stu)