Pria itu menggunakan perangkat elektronik yang ditanam di dalam tulang belakang bawahnya. Perangkat itu membantu mengeluarkan perintah dari otak untuk menjaga keseimbangan.
Pria berusia 29 tahun itu menderita lumpuh akibat kecelakaan pada 2013 lalu. Kelumpuhan mendera mulai dari bagian pinggang menuju bawah. Dia tak bisa bergerak atau merasakan apa pun di bagian bawah tubuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kami pelajari adalah bahwa jaringan neuron di bawah tulang belakang yang cedera masih bisa berfungsi setelah kelumpuhan," ujar peneliti utama, Kendal Lee, seorang ahli bedah saraf di Mayo Clinic.
Beberapa pekan setelah perangkat dinyalakan, pria itu mulai mencoba gerakan pertamanya sejak kecelakaan. Setelah beberapa sesi rehabilitasi dan fisioterapi dilakoni, pria mampu berjalan di atas treadmill yang bergerak lambat.
Meski penanaman perangkat memberikan dampak luar biasa, namun pria itu kembali lumpuh ketika perangkat dimatikan.
Tim peneliti percaya bahwa penemuan itu merupakan bukti pertama bagaimana implan digunakan untuk membantu seseorang dengan kelumpuhan berjalan.
"Hasil ini akan kami kombinasikan dengan bukti sebelumnya dalam rangka mewujudkan potensi teknologi baru untuk pemulihan kelumpuhan yang sebelumnya dianggap mustahil," tutup Lee. (asr/wis)