Pakyong, Bandara Baru Milik India di Punggung Himalaya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 14:45 WIB
Pakyong, Bandara Baru Milik India di Punggung Himalaya Pemandangan matahari terbenam dari Solukhumbu, Gunung Everest. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pegunungan Himalaya selalu menarik untuk dibicarakan. Selain memiliki medan pendakian tertinggi di dunia, saat ini pengunungan setinggi 8.848 mdpl itu juga menjadi perbincangan karena dipilih bagai lokasi bandara baru.

Pemerintah India telah resmi membuka Bandara Internasional Pakyong yang berada di punggung Pegunungan Himalaya, Gangtok, Sikkim, pada Senin (24/9).


Bandara Pakyong yang berada di ketinggian 1.400 mdpl diharapkan dapat melayani rute penerbangan ke kawasan pelosok sekitar Pegunungan Himalaya.


Pembukaan bandara yang berlokasi di "atap bumi" ini tentu saja menjadi pencapaian baru bagi industri penerbangan India.

"Bandara ini menjadi bandara internasional milik India yang ke-100," kata Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidatonya di upacara peresmian bandara.

"Bandara ini dibangun dengan biaya US$68,7 juta (sekitar Rp1 triliun) sekaligus dengan jerih payah insiyur dan pekerja kita. Ada banyak tantangan dalam pembangunan bandara ini, mulai dari musim hujan sampai ketinggian yang ekstrem. Ini adalah bukti dari rancangan yang mengesankan," lanjutnya.


Bandara Pakyong memiliki landasan pacu sepanjang 1,7 kilometer dan selebar 20 meter. Yang menarik landasan pacu itu diapit oleh lembah curam.

Terminal bandara seluas 2.380 meter persegi juga disebut mampu menampung hingga 100 orang.


Bukan cuma sisi arsitekturnya saja yang menawan. Bandara ini juga menyuguhkan pemandangan Pegunungan Himalaya yang mengesankan.

Bandara Pakyong akan menjadi rumah bagi maskapai SpiceJet, maskapai berbiaya murah India.

SpiceJet bakal terbang dua kali sehari dengan rute Pakyong-Kolkata dan Pakyong-Guwahati mulai 4 Oktober 2018.



Rute Pakyong-Kolkata bisa ditempuh dengan penerbangan selama 1,5 jam, sementara rute Pakyong-Guwahati lebih lama satu jam.

Sebelum Bandara Pakyong dibuka, bandara terdekat di kawasan ini berada Bagdogra yang berjarak lima jam perjalanan darat dari Sikkim.

Saat ini masyarakat dan turis di Sikkim bisa mendatangi Bandara Pakyong yang hanya berjarak 30 kilometer dari pusat kota.

[Gambas:Instagram]

Berada di perbatasan Bhutan dan Nepal, Pegunungan Himalaya selalu menarik di mata turis dunia.

Sebanyak 28 puncak gunung, 21 gletser dan lebih dari 200 danau menjadi menu wisata alam di sini.

Pembukaan bandara ini diharapkan juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan turis ke India.

"Sikkim adalah destinasi yang populer di kalangan turis. Kami berharap kunjungan turis bisa ikut menggerakan roda perekonomian bagi masyarakat sekitarnya," ujar Modi.

[Gambas:Instagram]
(ard)