Diet Mediterania Mampu 'Usir' Depresi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/09/2018 14:01 WIB
Diet Mediterania Mampu 'Usir' Depresi Olahraga rutin menjadi salah satu elemen dalam diet Mediterania. (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diet Mediterania tak cuma baik untuk kesehatan fisik. Diet ini juga ampuh menjaga kesehatan mental.

Penelitian terbaru menunjukkan diet yang kaya akan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan ini dapat mencegah depresi.

Hasil ini didapat setelah menganalisis 41 penelitian terdahulu mengenai hubungan diet dan depresi.


"Bukti kuat untuk menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas diet Anda dan kesehatan mental Anda. Hubungan ini melampaui efek diet pada ukuran tubuh atau aspek lain dari kesehatan yang dapat memengaruhi suasana hati," kata peneliti dari University College London Camille Lassale, seperti diberitakan CNN.


Studi ini menemukan orang-orang yang mengikuti diet Mediterania memiliki risiko 33 persen lebih rendah menderita depresi dibandingkan dengan orang lain. Orang yang gemar mengonsumsi zat pemicu radang (inflamasi) seperti daging olahan, lemak, dan alkohol lebih mungkin mengalami depresi.

"Diet pro-inflamasi dapat membangkitkan sistem peradangan dan ini secara langsung meningkatkan risiko depresi," kata Lassale.

Lassale juga menjelaskan bukti lain yang menunjukkan adanya hubungan antara otak dan usus yang dikendalikan oleh bakteri gastrointestinal. Bakteri di usus ini dipengaruhi oleh pola diet yang dijalankan seseorang.

Berdasarkan analisis peneliti, kerusakan pada otak yang disebabkan oleh stres oksidatif, resistensi insulin, dan peradangan bisa dikontrol melalui pola makan.


Penelitian lain menemukan bahwa nutrisi seperti asam lemak tak jenuh ganda, vitamin B, seng, dan magnesium memiliki efek positif pada fungsi otak. Nutrisi ini banyak ditemukan pada diet Mediterania.

Diet Mediterania merupakan diet yang berasal dari pola hidup sehat masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Laut Mediterania. Diet ini kaya akan sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara sumber protein berasal dari ayam dan sedikit daging dan lemak tak jenuh dari minyak zaitun. Diet ini juga memadukan pola makan dengan olahraga rutin. (ptj/asr)