8 Objek Wisata di Minahasa Selain Gunung Soputan

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 13:13 WIB
8 Objek Wisata di Minahasa Selain Gunung Soputan Danau Tondano di Sulawesi Utara. (Foto: CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Soputan merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang mengundang banyak pendaki untuk menapaki medan terjalnya. Namun pada hari Rabu (3/10) sekitar pukul 08.45 Wita, Gunung Soputan meletus

Saat ini status Gunung Soputan berada pada Level III (siaga), sehingga gunung setinggi 1.784 meter di atas permukaan laut ini tertutup untuk pendakian dan masyarakat pun diimbau untuk tak beraktivitas di area gunung.

Tak hanya memiliki jalur pendakian yang menantang dan pemandangan yang menakjubkan, di sekitar Gunung Soputan pun terdapat beberapa objek wisata lain seperti Kawah Tua, Padang Pasir, dan Gua Jepang.


Meskipun saat ini kawasan Gunung Soputan tertutup untuk pendakian, namun Minahasa masih memiliki banyak objek wisata lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pulau Lihaga

Berada di Kecamatang Likupang, Kabupaten Minahasa, Pulau Lihaga dapat dicapai dalam waktu dua hingga tiga jam perjalanan dari jantung kota Manado.

Karena akses ke pulau yang terbilang cukup rumit, pengunjung disarankan membuat rencana perjalanan dari jauh hari.

Seolah jauh dari sentuhan manusia, Pulau Lihaga hanya menyediakan fasilitas toilet dan ruang ganti. Fasilitas lain seperti warung makan atau akomodasi tak tersedia di sini.

Untuk memasuki pulau, pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp20 ribu per orang.

2. Menara Kaki Dian

Menara Kaki Dian dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari Kota Manado, dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Objek wisata ini dibangun sesuai gambaran Alkitab dari agama kristen, agama mayoritas masyarakat Minahasa.

Berada di kaki gunung berapi Klabat, Menara Kaki Dian merupakan salah satu atraksi wisata religi yang senantiasa ramai wisatawan.

Untuk memasuki area menara, petugas hanya mengenakan biaya sebesar Rp2 ribu per orang. Biaya itu di luar ongkos parkir, bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

3. Museum Pinawetengan

Museum Pinawetengan didirikan pada tahun 2009 oleh Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, sebagai upaya pelestarian budaya tradisional Minahasa.

Lokasi Museum Pinawetengan berada di dalam Kompleks Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara, Tompaso, Minahasa.

Selain menyimpan benda-benda budaya dan sejarah Minahasa, di museum ini pengunjung dapat menyaksikan pembuatan kain tenun Pinawetengan.

4. Desa Pulutan

Desa Pulutan adalah sebuah desa di Kabupaten Minahasa, yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari hasil kerajinan keramik.

Berjarak 40 kilometer dari Kota Manado, desa wisata ini bisa menjadi tujuan siapapun yang ingin berburu buah tangan khas Minahasa.

Dalam sehari, pengrajin keramik Desa Pulutan biasa menghasilkan 10 hingga 50 keramik yang harganya mencapai lebih dari Rp2,5 juta untuk satu keramik.

5. Arum Jeram Timbukar

Desa Timbukar kerap kali menjadi destinasi wisata, karena aktivitas arung jeram di Sungai Nimanga.

Selain menyuguhkan arus sungai yang menantang, wisatawan juga dimanjakan dengan pemandangan alam sekitar sungai.

Jalur arung jeram yang ditawarkan pun beragam, mulai dari 3 hingga 15 kilometer dengan waktu tempuh antara satu sampai dua setengah jam perjalanan.

6. Danau Tondano

Tondano merupakan danau terluas di Provinsi Sulawesi Utara, danau ini diapit oleh berbagai pegunungan sehingga memiliki pemandangan menakjubkan.

Objek wisata ini dapat ditempuh kurang lebih 90 menit perjalanan darat dari Kota Manado.

Terlepas dari keindahannya, Danau Tondano juga menyimpan banyak mitologi yang meliputi sejarah awal muasal danau.

7. Benteng Moraya

Benteng Moraya merupakan tanda sejarah Perang Tondano, yang berpusat di desa purba Minawanua.

Terletak di tepi Danau Tondano, 12 tonggak yang tertanam di hadapan benteng mengisahkan perlawanan warga Tondano dalam empat kali perang melawan penjajahan.

Di lokasi ini wisatawan dibebaskan berfoto dan menaiki menara.

8. Bukit Kasih

Terletak sekitar 55 kilometer ke arah selatan kota Manado, Bukit Kasih adalah objek wisata di kawasan bukit belerang yang masih alami.

Bukit Kasih dibangun pada tahun 2002 sebagai simbol toleransi, sekaligus pusat di mana semua pemeluk agama bisa berkumpul dan menjaga keharmonisan.

Terdapat lima rumah ibadah di wilayah ini, yakni Gereja Katolik, Gereja Kristen, Kuil, Masjid, dan Candi. (fey/agr)