Kamboja Mulai Promosikan Wisata Halal

ANTARA, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 20:33 WIB
Kamboja Mulai Promosikan Wisata Halal Ilustrasi. (REUTERS/Osman Orsal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah dan industri pariwisata di Kamboja berniat mengembangkan wisata halal untuk menarik wisatawan dari negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Keterangan resmi dari Kedutaan Besar Indonesia di Kamboja pada Kamis menyebutkan bahwa sejumlah pemodal sedang mengembangkan wisata halal di negara bekas jajahan Prancis itu.

Di negara terkenal dengan lokawisata kuil itu terdapat perkampungan Champa, kawasan permukiman berpenduduk Muslim.


Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Indonesia di Phnom Penh Avi Dewani Sari Harahap mengatakan bahwa Champa ramai didatangi wisatawan dari Malaysia dan Timur Tengah setiap hari raya seperti Idul Adha.

"Banyak juga restoran mengembangkan wisata halal di sini," kata Avi, seperti yang dikutip dari Antara pada Jumat (12/10).

Industri pariwisata di Kamboja menyumbangkan sekitar 30 persen pada GDP Kamboja serta menyerap sekitar 650 ribu tenaga kerja.

Dari laporan Kementerian Pariwisata Kamboja, selama 2017, sejumlah 5,6 juta wisatawan berkunjung ke Kamboja dengan penerimaan negara sebesar US$3,63 miliar (sekitar Rp50 triliun).

Jumlah tersebut meningkat 12,3 persen jika dibandingkan dengan 2016.

Dengan kecenderungan pertumbuhan pariwisata, Pemerintah Kamboja yakin dapat mendatangkan 7 juta wisatawan asing pada 2020.

Sementara itu, wisatawan yang keluar Kamboja pada 2017 tercatat 1,75 juta orang atau meningkat 22,2 persen daripada 2016.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Indonesia di Phnompenh, Made Santi Ratnasari, menyebutkan bahwa dari jumlah wisatawan Kamboja tersebut, yang mengunjungi Indonesia baru sekitar 6.000 orang.

"Sementara itu, jumlah wisatawan Indonesia mengunjungi Kamboja mencapai sekitar 40 ribu orang," katanya.

(ard)