Objek Wisata Alam Favorit di Situbondo

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 19:26 WIB
Objek Wisata Alam Favorit di Situbondo Taman Nasional Baluran, salah satu lokasi wisata alam favorit di Kabupaten Situbondo. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur, baru saja diguncang gempa sebesar 6,3 SR pada Kamis (11/10) dini hari. Tak hanya di Situbondo, gempa ini juga melanda beberapa daerah di Jawa Timur seperti Madura, Malang, Surabaya, dan Banyuwangi.

Namun bisa dikatakan daerah yang terdampak paling besar adalah Kabupaten Situbondo.

Kabupaten ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, tepatnya di kawasan Tapal Kuda (Pasuruan bagian timur, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi) atau biasa juga disebut bumi Blambangan pada era Majapahit.


Situbondo juga memiliki pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa, yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda.

Meskipun sektor pariwisata Situbondo kurang cemerlang jika dibandingkan tetanggany, Banyuwangi, namun tidak berarti Situbondo minim objek wisata.

Berikut adalah beberapa objek wisata alam di Situbondo yang layak dikunjungi:

Taman Nasional Baluran


Meskipun kerap diidentikkan dengan paket wisata di Banyuwangi, namun sebenarnya porsi Taman Nasional ini lebih banyak berada di Situbondo.

Nama Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di dalam kawasan, yaitu Gunung Baluran.

Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25 ribu hektare. Salah satu tempat andalan Taman Nasional Baluran adalah sabana Bekol, sehingga tidak sedikit yang menggagap Taman Nasioal Baluran sebagai Afrika-nya Indonesia. Selain itu ada juga Pantai Bama dan hutan bakau.

Untuk mencapai tempat ini, langkah yang paling mudah dilakukan adalah menuju ke Banyuwangi telebih dahulu kemudian melanjutkan perjalanan jalur darat ke Taman Nasional Baluran. Karena lebih banyak piihan moda transportasi ke Banyuwangi mulai dari bus, kereta api, hingga pesawat ketimbang ke Situbondo.

[Gambas:Instagram]

Setibanya di Banyuwangi, wisatawan bisa memilih untuk menyewa kendaraan atau naik bus yang menuju Situbondo. Jika ingin melihat sabana menguning, maka datanglah saat musim kemarau (sekitar bulan Mei sampai Oktober).

Pantai Pasir Putih

Masyarakat Jawa Timur banyak mengenal Situbondo dari pantai Pasir Putih, suatu tempat wisata pantai yang berjarak kurang lebih 23 kilometer di sebelah barat Situbondo. Tepatnya di tepi jalan utama Surabaya-Banyuwangi.

[Gambas:Instagram]

Sesuai dengan namanya, pantai ini memang memiliki hamparan pasir putih yang landai. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke tempat ini menghabiskan waktu dengan berenang, menyelam, snorkeling, atau sekadar menikmati suasana pantai menjelang sore.

Bahkan saat ini, terdapat perahu yang memiliki landasan kaca (glass bottom boat) di kawasaa Pantai Pasir Putih. Sehingga wisatawan bisa menikmati keindahan alam bawah laut dari atas perahu, tanpa harus basah-basahan.

Objek Wisata Alam Favorit di Situbondo Suasana Pantai Pasir Putih di Situbondo tahun 1920-an. (Foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Padang Rumput Cikasur

Cikasur adalah sebuah hamparan padang rumput hijau dan asri yang terletak di antara Gunung Argopuro dan Puncak Rengganis.

Lokasi tepatnya berada di desa Baderan, kecamatan Sumbermalang. Atau sekitar 18 kilometer ke selatan dari Besuki.

[Gambas:Instagram]

Dalam kawasan ini terdapat sebuah lapangan terbang tua. Namun saat ini, lapangan terbang itu sudah tidak lagi beroperasi.

Bagi wisatawan yang menyukai wisata alam, Kawasan Padang Rumput Cikasur adalah salah satu obyek wisata di Situbondo yang tepat untuk dikunjungi. Belum lagi ada bonus yaitu danau bernama Sitanjung, yang akan menambah suasana eksotis tempat ini.

Air Terjun Setancak

Nama Setancak diambil dari bahasa Madura, yang berarti air yang memancar dari tanah. Dipercaya, pada masa lampau air terjun Setancak adalah tempat mandi para angsa.

Air terjun Setancak terletak di desa Mojosari, kecamatan Asembagus, atau sekitar 4 jam berkendara dari pusat kota Situbondo.

Selain menikmati keindahan alamnya yang menawan, wisatawan juga dapat melihat populasi burung Walet yang berada di samping air terjun. Air Terjun Setancak memiliki ketinggian sekitar 9 meter dengan lebar sekitar 10 meter.

Untuk mencapai tempat ini, wisatawan harus berjalan kaki untuk menuju ke lokasi dengan menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi parkir. Hal ini karena akses menuju air terjun tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan bermotor.

Perkebunan Kopi Kayumas

Jika mengaku sebagai pecinta kopi, sebaiknya jangan lewatkan kebun Kopi Kayumas yang terletak di kecamatan Arjasa, atau sekitar 47 Km dari kota Situbondo.

Selain penyumbang komoditas kopi arabika, perkebunan ini juga sedang gencar mengembangkan budidaya kopi luwak sebagai produk unggulan mereka

Pada tahun 1886, perkebunan yang terletak di ketiggian 760-155- meter di atas permukaan laut ini merupakan kebun kopi arabika dan beberapa tanaman kina dengan nama NV Mijt.

Kemudian berubah menjadi Van Landem Kayumas hingga 1957 dan akhirnya di tahun 1958, perkebunan ini di nasionalisasikan menjadi Pusat Perkebunan Negara Baru.

Saat ini, Perkebunan Kopi Kayumanis berada di bawah pengelolaan PTPN XII yang sudah berlaku sejak 1996 dengan menggunakan merek dagang Java Coffee Kayumanis.

(agr/ard)