FOTO: Menyelamatkan Asep dari Borgol Jiwa

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 14:32 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Gangguan kesehatan jiwa skizofernia bisa dialami sejak dini, seperti kisah Asep Kosasih yang kini telah dipasung 22 tahun.

Asep Kosasih (37), tak pernah memilih untuk hidup seperti ini, skizofrenia menyebabkan dia harus meringkuk terpasung tak berdaya selama 22 tahun.
Asep meringkuk di atas dipan yang dilapisi kasur kusam dan tak berbentuk. Tak ada satu helai kain digunakan. Tubuhnya kurus kering, di bagian kakinya nampak jelas
Selepas kepergian sang ibu, kondisi Asep kian tak terurus. Praktis hanya Pepen Supenti (46), kakak kandung Asep yang ada. Mengurus keluarga sekaligus menjaga Asep tentu bukan urusan yang mudah.
Sorot matanya dingin dan tajam. Sorot itu seolah marah sekaligus pilu lantaran tak berdaya. Rambutnya yang gondrong tak beraturan semakin menggambarkan ketidakberdayaannya.
Tak stabilnya kondisi kejiwaan Asep bermula saat dirinya berusia 12 tahun. Pemicu awalnya adalah keinginan Asep akan motor baru yang gagal didapatkannya.
Tak lama sang bapak mengembuskan napas terakhirnya. Selepas kepergian sang bapak, kakak kandung Asep yang lain justru menjual motor lamanya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga.
Sejak saat itu, Asep mulai sering mengurung diri dalam kamar.
Berbagai cara telah dilakukan Pepen dan keluarga untuk 'menyelamatkan' Asep. Segala hal dilakukan oleh keluarga demi kesembuhan Asep, sekalipun uang tabungan keluarga yang perlahan habis.
Sekali waktu, Asep berobat ke salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta.
Jumat kemarin waktunya Asep