Mengenal Varian Teh Populer Dunia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 11:43 WIB
Mengenal Varian Teh Populer Dunia Ilustrasi teh (Istockphoto/OlegKov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar buruk datang dari perusahaan pelopor teh celup di Indonesia. Sariwangi dikabarkan pailit akibat utang. 

Status pailit itu didapat setelah Pengadilan Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan homologasi atau perjanjian perdamaian antara PT Bank ICBC Indonesia dengan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi AEA) dan Maskapan Perkembunan Indorub Sumber Wadung pada Selasa (16/10) lalu.

Teh merupakan salah satu minuman populer di Indonesia. Aroma teh yang nikmat telah mengisi sendi-sendi kehidupan orang Indonesia.


Ada beberapa varian teh--di luar teh dalam kemasan--yang barangkali saja belum Anda ketahui. Berikut mengambil dari berbagai sumber.

1. Teh hitam
Teh hitam memiliki rasa yang kuat dan pekat. Teh hitam mampu menurunkan kolesterol jahat, mengandung antioksidan, serta menyehatkan jantung dan sistem pencernaan.

Beberapa jenis teh hitam yang terkenal di dunia berawal dari beberapa wilayah India seperti Assam, Darjeeling, dan Nilgiri.

Selain di India, teh hitam dari China juga punya banyak penikmat. Teh hitam dari Keemun, Lapsang Souchong, dan Yunnan masing-masing memiliki karakter unik dan tidak ditemukan pada teh jenis lain.


Dari Keemun, teh hitam hadir dengan aroma serupa bunga anggrek. Sementara dari Yunnan, teh hadir lebih pekan dan rasa lebih manis, seperti manis cokelat atau madu.

2. Teh hijau
Seperti namanya, teh hijau masih mempertahankan warna aslinya meski telah melalui berbagai tahap pemrosesan pascapetik. China dan Jepang dikenal sebagai produsen teh hijau populer.

Teh hijau asal China bakal menghadirkan rasa citrus. Warnanya pun tak benar-benar hijau, lebih mirip kuning pucat.

Sedangkan di Jepang, teh itu benar-benar berwarna hijau. Varietas yang cukup populer di sana adalah Gyokuro dengan kandungan klorofil tinggi.

Teh hijau biasanya jadi incaran mereka yang tengah menjalani program diet. Teh hijau dinilai bisa membantu pembakaran lemak menjadi energi. Kandungan antioksidannya juga dipercaya mampu menurunkan risiko kanker.

3. Teh oolong
Teh oolong punya rasa dan aroma yang khas. Kandungan kafeinnya lebih sedikit dari teh hitam, tapi lebih banyak daripada teh hijau. Rasanya juga tak begitu kuat atau tak terlalu ringan.


Beberapa varian teh oolong memiliki rasa dan aroma buah atau bunga. China dan Taiwan merupakan dua wilayah yang mengembangkan teh oolong.

Ada dua ragam teh oolong populer, di antaranya tai guan yin yang memiliki tekstur creamy dan aroma bunga, serta dong ding yang berwarna hijau dengan rasa segar.

Teh oolong menawarkan berbagai manfaat kesehatan, antara lain menjaga kolesterol, menstabilkan gula darah, mencegah osteoporosis, dan mengobati alergi kulit.

4. Teh putih
Teh putih kebanyakan diproduksi di wilayah China, Taiwan, India, Thailand Utara, dan Nepal Timur.

Disebut demikian karena warna putih keperakan dari 'rambut' tunas teh yang belum terbuka. Seduhan teh putih akan berwarna kuning pucat.

Aroma teh putih pun segar nian, seperti bunga atau bambu. Bahkan, ada pula beberapa jenis yang beraroma almond.


Teh putih merupakan teh dengan kandungan antioksidan terbanyak atau tiga kali lipat daripada teh lain. Alhasil, teh putih dinilai mampu memblokir mutasi DNA pemicu kanker.

5. Teh pu-erh
Beragam pemrosesan teh ada di dunia, termasuk dengan metode fermentasi selayaknya pada teh pu-erh.

Nama pu-erh sendiri diambil dari kota di Provinsi Yunnan, China. Selama proses fermentasi, daun teh terpapar mikroflora dan bakteri fermentasi layaknya pembuatan wine atau yogurt.

Proses penyimpanan dalam waktu lama ini mau tak mau membuat rasa teh berubah drastis. Namun, semakin lama teh disimpan, teh bisa semakin berharga.

Tradisi China menyebut teh pu-erh mampu mengobati gangguan pencernaan. Sebuah studi menyebut teh yang satu ini juga mampu menurunkan kadar kolesterol. (ptj/asr)