FOTO: Sepotong Sudut Portugis di Makau

REUTERS/Bobby Yip, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 18:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Makau menawarkan potongan sejarah Portugis yang tersisa untuk disajikan sebagai objek wisata menarik pendulang turis.

Pemandangan di Kuil A-Ma, kuil yang dipercaya sebagai tempat bersemayam Dewi Laut Mazu pelindung nelayan, di Makau, China.
Kuil A-Ma merupakan kuil penganut Tao yang tertua di Makau. Kuil ini dibangun pada 500 tahun yang lalu, sekitar tahun 1488, bahkan sebelum Makau terbentuk menjadi kota. 
Suasana di Alun-alun Senado, Makau, China. Kawasan yang disebut Largo do Senado ini sempat dijadikan pusat pemerintahan Portugis pada zaman dahulu kala. Seluas 3.700 meter persegi, kawasan ini masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pemandangan di Gereja St. Dominic, Makau, China. Dibangun pada abad ke-16, gereja ini berarsitektur Barok yang digunakan oleh penganut agama Katolik untuk beribadah. Bangunan ini juga masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Moorish Barracks di Makau, China. Berarsitektur neo-klasik, bangunan ini dibangun pada tahun 1874 oleh Portugis untuk menampung pasukannya yang berasal dari Goa, India. Saat ini bangunan berseharah ini dijadikan kantor Biro Maritim Makau.
Komplek Reruntuhan St. Paul di Makau, China. Menjadi objek wisata sejarah paling ramai turis, komplek ini dibangun pertama kali pada tahun 1508 dengan arsitektur Renaissance berpadu oriental.
Fortaleza do Monte di Makau, China. Area ini merupakan benteng pertahanan Portugis saat masih menduduki Makau yang dibangun pada tahun 1626. Bangunan ini juga masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Turis asyik berfoto di benteng Fortaleza do Monteyang. Pemerintah Makau menawarkan potongan sejarah Portugis di negaranya untuk disajikan sebagai objek wisata menarik pendulang turis.
Beragamnya objek wisata bersejarah di Makau juga bisa dengan mudah dijangkau turis, seperti benteng Fortaleza do Monteyang bisa diamati langsung dari Hotel Grand Lisboa.