Kontribusi Holtekamp untuk Pariwisata Jayapura

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 11:13 WIB
Kontribusi Holtekamp untuk Pariwisata Jayapura Jembatan Holtekamp di Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Papua memprediksi Jembatan Holtekamp akan menjadi objek wisata baru di Kota Jayapura, sekaligus menambah nilai jual paket wisata ke Skouw.

Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin Angin, mengutarakan apabila jembatan Holtekamp sudah beroperasi, maka bisa menjadi objek wisata baru.

"Jembatan Holtekam juga akan mempersingkat waktu tempuh, sekaligus menyamankan penjualan paket wisata ke PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Skouw," ujar Iwanta, seperti yng dikutip dari Antara, Senin (22/10).



Ia menjelaskan di wilayah Jayapura masih sedikit objek wisata yang bisa dijual kepada wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Menurut dia, potensi wisata Jayapura cukup baik, tetapi pengembangannya belum menjadi prioritas pemerintah daerah setempat.

"Di Jayapura masih minim objek wisata yang bisa dijual ke wisatawan mancanegara. Banyak di antara mereka hanya transit karena objek-objek di sini belum ditata dengan baik," katanya.

Iwanta mengatakan kini keberadaan PLBN Skouw, yang merupakan kawasan perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, sudah bisa menarik minat wisatawan domestik, tetapi belum wisatawan mancanegara.

Untuk mengembangkan kepariwisataan kawasan perbatasan, ia melanjutkan, diperlukan fasiltas penunjang karena jaraknya cukup jauh, bahkan kini waktu perjalanannya mencapai dua jam.


Kendala itu kini akan diatasi dengan Jembatan Holtekamp yang bisa memangkas jarak tempuh dari wilayah Kota Jayapura menuju PLBN Skouw.

"Bagi wisatawan asing, kawasan perbatasan itu sudah biasa. Tetapi bagi wisatawan domestik, selalu meminta untuk mengunjungi perbatasan, malah kadang-kadang mereka menambah hari kunjungannya," kata Iwanta.

Sebelum direhabilitasi, PLBN Skouw terlihat gersang, bahkan terkesan seperti bedeng pekerja.

Proses rehabilitasi membuat PLBN Skouw kini terlihat megah. Rehabilitasi dilakukan dengan membangun gedung berdesain 'rumah tangfa' atau rumah pesisir di daerah Skouw.

PLBN Skouw tak hanya menawarkan keindahan fisik bangunan. Jika naik ke atas menara, pemandangan laut lepas siap memanjakan mata.

Saat ini, PLBN Skouw tak lagi sekadar melayani masyarakat yang ingin melintasi perbatasan negara. PLBN Skouw kini justru berkembang menjadi tujuan wisata baru.

(agr)