Menkes Sebut RI Tetap Harus Waspada Polio dari Papua Nugini

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 02:10 WIB
Menkes Sebut RI Tetap Harus Waspada Polio dari Papua Nugini Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F. Moeloek. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut Indonesia tetap harus waspada dan hati-hati terhadap penularan virus polio akibat terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit polio di Papua Nugini.

"Untuk polio, Indonesia sudah bebas. Tapi tentu harus hati-hati karena di Papua Nugini sedang terjadi KLB," kata Nila, dikutip dari Antara, Selasa (23/10).

Ia menjelaskan 70 juta anak di bawah 15 tahun sudah terlindung dari polio. Vaksin polio sudah termasuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang diberikan kepada bayi.



Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono memastikan hingga kini belum ada kasus polio yang disebabkan penularan dari Papua Nugini. Namun, ia mengaku ada tujuh kasus lumpuh layu akut secara mendadak yang terjadi pada anak di Provinsi Papua, dua kasus di antaranya di Kota Merauke.

Pada tahun lalu, pemerintah juga menemukan terdapat 18 kasus lumpuh layu akut yang terjadi di Provinsi Papua, dengan dua kasus di Kota Jayapura dan satu kasus di Kota Merauke.

Kendati demikian, Anung memastikan tidak ada satu pun kasus lumpuh layu akut tersebut yang disebabkan penyakit polio.


Ia pun mengklaim pihaknya telah memberikan perhatian lebih terhadap dampak KLB polio di Papua Nugini, dengan memberikan imunisasi polio kepada anak di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pada program kampanye imunisasi Campak dan Rubella yang sedang dilaksanakan, pemberian vaksin MR di Provinsi Papua ditambah dengan vaksin polio.

"Per 17 Oktober, imunisasi di Papua diberikan dengan vaksin MRP, MR dan polio," jelas Anung. (Antara/agi)