Menjauhi Keramaian Jadi Tren Wisata 2019

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 13:21 WIB
Menjauhi Keramaian Jadi Tren Wisata 2019 Tempat yang sepi akan menjadi lokasi wisata favorit. (Foto: Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun 2019 yang akan tiba dalam dua bulan ke depan, beragam sektor mulai membuat survei untuk menentukan tren atas nama inovasi dan kreasi.

Hal ini berlaku juga di dalam ranah pariwisata, karena memang segalanya harus mengikuti perkembangan zaman dan perilaku konsumen demi logika industri.

Mengutip Lonely Planet, berikut adalah beberapa tren wisata yang akan digemari tahun 2019.


1. Menjauhi keramaian

Overtourism yang sudah menjangkiti sejumlah destinasi wisata dunia, menjadi alasan kenapa menjauhi keramaian akan menjadi tren wisata terbesar di tahun 2019.

Berwisata di musim tanggung atau shoulder season, hingga memilih tujuan wisata yang belum banyak diketahui akan mulai ramai dilakukan wisatawan.

2. Teknologi canggih

Lahirnya teknologi Virtual Reality (VR) sering membawa pertanyaan akan masa depan pariwisata.

Akibat kecanggihan kacamata virtual yang menyuguhkan pemandangan 360 derajat pemandangan dunia di depan mata, banyak yang mengira kegiatan wisata dapat digantikan dengan teknologi.

Sesungguhnya sensasi yang didapatkan saat berwisata di dunia nyata tak akan pernah tergantikan, namun kecanggihan teknologi dapat mengembangkan industri pariwisata.

Hal ini dicontohkan oleh National Museum of Natural History, Washington, Amerika Serikat. Teknologi VR digunakan untuk melihat aksi tengkorak yang dipamerkan di kehidupan nyata prasejarah.

3. Penelusuran leluhur

Beberapa tahun terakhir tes DNA menjadi populer dilakukan warga dunia. Selain dapat melihat kemungkinan penyakit di kemudian hari, silsilah leluhur yang begitu detil juga bisa didapati melalui tes ini.

Keingintahuan tinggi terhadap asal-usul diri akhirnya berujung pada penjelajahan leluhur melalui wisata.

Jangan heran jika banyak wisatawan yang berlabuh ke destinasi tak biasa untuk mencicipi budaya nenek moyang.

4. Perjalanan darat dengan kendaraan listrik

Kendaraan berdaya listrik mulai ramai digunakan, bahkan diproduksi. Beberapa lokasi di dunia pun mulai menyediakan area pengisian daya listrik untuk kendaraan.

Selain baik bagi lingkungan, melakukan perjalanan darat dengan kendaraan berdaya listrik bisa jadi pengalaman wisata beda dari yang lain.

5. Menyaksikan bintang

Bagi masyarakat perkotaan, hamparan bintang di malam hari jarang sekali ditemui. Hal ini disebabkan oleh tingginya polusi udara. Namun, banyak destinasi wisata di pelosok dunia yang masih dihiasi bintang saat malam hari.

Sejumlah lokasi seperti Gurun Atacama di Chile dan Observatorium Pic du Midi di Perancis, sering dijadikan destinasi meyaksikan bintang. (fey/agr)