2.000 Penari Ramaikan Festival Hudoq 2018

Kemenpar, CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 21:37 WIB
2.000 Penari Ramaikan Festival Hudoq 2018 Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Festival Hudoq Mahulu menjadi salah satu cara untuk mempromosikan budaya. (Foto: kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Hudoq 2018 dimeriahkan dengan pemecahan rekor MURI dengan melibatkan 2.000 penari. Selain itu, hadir pula penyanyi Trie Utami. 

"Mahulu (Mahakam Ulu) akan menyajikan sedikitnya 2.000 penari Hudoq. Pada November 2017 lalu, ada Tari Hudoq di Samarinda yang diikuti 1.000 orang. Rekor itu akan kami pecahkan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mahulu, Kristina Tening dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10).

Kristina menjelaskan festival yang digelar di Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur pada 25-28 Oktober 2018 ini dipusatkan di lapangan sepak bola Ujoh Bilang. Di sekitar lapangan akan didirikan tenda yang didesain mirip serapo beratap kajang.



Para penari Hudoq akan datang dari hampir semua kampung yang tesebar di lima kecamatan di Mahulu. Menurutnya, rata-rata kampung di Mahulu terdapat lembaga pelestarian seni dan budaya yang salah satunya adalah Tari Hudoq.

"Dalam Tari Hudoq juga akan dirangkai dengan menugal bersama. Karena antara Hudoq dan menugal merupakan satu kesatuan. Yakni setelah prosesi doa mau menanam, tentu harus dilanjutkan dengan menugal untuk ditanami padi," jelasnya.

Dirinya menyebutkan, Nugal Bersama plus pemecahan rekor MURI akan berlangsung pada 24 Oktober. Parade Hudoq Sepanjang digelar 25 Oktober, dan malam pergelaran seni akan berlangsung 26 Oktober.


Sementara untuk lomba kuliner khas Mahulu, lomba olahraga tradisional, dan penampilan Uyau Moris akan dihelat pada 27 Oktober 2018.

"Sebagai penutupan festival akan tampil penyanyi jazz nasional Trie Utami pada 28 Oktober 2018," katanya.

Jantung Borneo

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Festival Hudoq Mahulu menjadi salah satu cara untuk mempromosikan budaya, sekaligus mengampanyekan potensi wisata, terutama di Kabupaten Mahulu, satu tempat prioritas Inisiatif Jantung Borneo.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik ke Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur semakin meningkat. Silakan datang ke Mahakam Ulu dan nikmati festivalnya," kata Arief.

Lebih lanjut, Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Sumarni menambahkan Festival Hudoq menjadi andalan untuk memancing wisman cross border.

"Event ini sangat keren. Festival Hudoq menjadi salah satu event cross border andalan Kemenpar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara di perbatasan," ujar Sumarni.

Sumarni mengatakan kebudayaan khas daerah seperti ini harus terus dilestarikan. Selain untuk menarik kedatangan wisatawan, juga agar dikenal generasi penerus.

"Filosofinya adalah bangsa yang besar adalah yang menghargai dan melestasikan budaya, karena menjadi identitas dengan kekhasannya," katanya.

Turut mendampingi Sumarni, Kepala Bidang Pemasaran Area III Pemasaran I Regional II Sapto Haryono menambahkan, Festival Hudoq bila dikemas dengan baik akan menjadi daya tarik potensi wisata di Mahulu.

"Dengan kegiatan ini bisa juga menggairahkan perekonomian. Masyarakat bisa berjualan di area kegiatan. Kemudian bisa dapat menghasilan pendapatan tambahan dari bayaran tarian yang disajikan," sebut Sapto.

Untuk diketahui, Tari Hudoq adalah jenis tari topeng. Biasanya tarian ini dilaksanakan saat awal menanam padi. 

Menurut keyakinan Suku Dayak di Mahulu, Hudoq adalah ungkapan doa kepada Sang Pencipta, agar tanaman padi tumbuh subur dan terhindar dari hama. Selain itu juga sebagai bentuk memberikan keberkahan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

Di Mahulu, selain bisa menikmati Festival Hudoq, wisatawan juga bisa mengunjungi destinasi wisatanya seperti susur sungai, hutan mangrove, pantai, Danau Aco, dan wisata budaya Taman Budaya Sendawa. (mle/egp)