Alasan Sri Lanka Menjadi Destinasi Wisata Terbaik

CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 17:16 WIB
Alasan Sri Lanka Menjadi Destinasi Wisata Terbaik Kota Kuno Sigiriya di Sri Lanka. (AFP PHOTO/ Ishara S.KODIKARA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum lama ini salah satu situs wisata yang memiliki pengaruh besar terhadap industri pariwisata dunia, mengumumkan 10 negara terbaik untuk berwisata tahun depan.

Daftarnya cukup mengejutkan. Selain Zimbabwe yang menempati posisi ke-tiga, nama Sri Lanka menempati peringkat teratas. Tentunya pemilihan itu bukan tanpa alasan.

Penulis buku 'The Best in Travel 2019' yang dirilis oleh Lonely Planet, Ethan Gelber, mengatakan Sri Lanka bisa menempati posisi pertama karena memiliki perpaduan yang pas terkait kebudayaan dan alam.


"Setelah 10 tahun perang berakhir, Sri Lanka mulai membangun sektor wisatanya. Industri surfing mulai terbangun, kehidupan alam liar yang masih terjaga, dan orang-orangnya pun yang ramah," ujar Ethan, seperti yang dikutip dari The Guardian, Kamis (25/10).

Hal itu bisa dibuktikan dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sri Lanka.

Pada tahun 2009 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sri Lanka hanya sekitar 447 ribu orang, namun tahun 2017 Sri Lanka telah dikunjungi oleh 2,1 juta wisatawan.

Badan Pariwisata Sri Lanka menargetkan pada tahun 2020 jumlah wisatawan yang berkunjung bisa mencapai 4,2 juta orang.

[Gambas:Instagram]

Surfing menjadi salah satu sektor andalan Sri Lanka untuk mendatangkan wisatawan.

Selain surfing, kegiatan lain yang 'menyatu' dengan alam seperti mendaki gunung, menapaki kawasan taman nasional, hingga yoga di tengah alam adalah atraksi yang ditawarkan Sri Lanka.

Sri Lanka juga mulai memperbaiki sistem transportasi massal, khususnya kereta api.

[Gambas:Instagram]

Jalur Jaffna yang sebelumnya ditutup akan diperbaiki dan kembali dibuka untuk keperluan wisata.

Bahkan jalur ini digadang menjadi salah satu jalur kereta api dengan pemandangan terindah di dunia.

Sektor akomodasi pun mengalami perbaikan, banyak investor datang dan membangun resort berkonsep ekowisata. Grup hotel internasional juga mulai berdatangan dan membuka cabang di Sri Lanka.

[Gambas:Instagram]

Namun di balik potensi dan rencana pengembangannya, Sri Lanka harus menjaga diri dari ancaman overtourism atau serbuan turis yang membawa dampak buruk bagi alam dan kehidupan di Sri Lanka.

Ahli biologi kelautan sekaligus pendiri sebuah organisasi konservasi di Sri Lanka, Asha de Vos, mengatakan pemerintah harus membuat regulasi sekaligus mengedukasi pelaku bisnis wisata tentang visi pariwisata berkelanjutan.

"Pariwisata berkelanjutan harus menjadi inti dari pembangunan industri wisata," ujar Asha.

"Karena pembangunan yang berlebihan dan tidak terkontrol, hanya akan membawa dampak yang buruk bagi alam dan masyarakat lokal."

(ard)