Turis Semakin Nekat Panjat Tembok Besar China

ANTARA, CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 18:05 WIB
Turis Semakin Nekat Panjat Tembok Besar China Pemandangan Tembok Besar China. (Istockphoto/NI QIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat pariwisata menyarankan agar pemerintah China menetapkan larangan memanjat Tembok Besar China sehingga suasana berwisata di objek wisata bersejarah itu lebih tertib.

Kasus turis yang cedera setelah memanjat Tembok Besar China belum lama ini kembali terjadi, karena longgarnya aturan berkunjung yang diberlakukan.

Turis nekat memanjat Tembok Besar China untuk menjelajah bagian luar dari objek wisata bersejarah itu.


Mereka yang nekat melanggar aturan juga merasa jenuh untuk berdesak-desakan dengan turis lain di koridor Tembok Besar China.

Padahal rambu larangan memanjat berbahasa Mandarin dan Inggris sudah banyak diletakkan di sudut-sudut Tembok Besar China.

"Jika larangan tidak diindahkan, sebaiknya pemerintah mencari cara, baik itu membuka area baru atau memugar area yang sering dipanjat," kata anggota Lembaga Cagar Budaya China (CCRA) Liu Zheng, seperti yang dikutip dari Antara pada Jumat (26/10).

Liu berharap pemerintah China segera membenahi aturan berkunjung di Tembok Besar China, sehingga kekhawatiran akan rusaknya bangunan sampai kebakatan hutan tidak sampai terjadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua turis pria dan dua turis wanita dikabarkan cedera setelah mereka memanjat Tembok Besar China pada Minggu (21/10).

Mereka cedera setelah terjatuh ke area lembah yang cukup curam.

Tim penyelamat membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelamatkan mereka, karena medan yang lumayan terjal.

Staf Humas Dinas Pemadam Kebakaran Distrik Huairou, Qu Hui, mengatakan bahwa masalah ini bukan yang pertama kali terjadi.

"Setiap tahun ada 10 hingga 20 kejadian. Dari jumlah itu, dua hingga empat menimpa turis mancanegara," kata Qu, yang pernah menyelamatkan satu kelompok beranggotakan 16 fotografer amatir, termasuk empat di antaranya pelajar Jepang.

Tembok Besar China adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, yang terdiri atas beberapa seksi.

Selama ini, yang paling banyak dikunjungi turis adalah sektor Badaling dan sektor Mutianyu.

Beberapa sektor lain masih liar dan tak dibuka untuk umum, karena sudah digenangi air dan menjadi danau.

(ard)