Beberapa Kota Kuno di Maroko akan 'Disulap'

Tim , CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 07:18 WIB
Beberapa Kota Kuno di Maroko akan 'Disulap' Kawasan Medina di Maroko. (Foto: Istockphoto/Alvaro Faraco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi melestarikan warisan arsitektur dan budaya, beberapa kota kuno di Maroko akan 'disulap' dengan interior yang lebih modern.

Salah satunya adalah kawasan Medina, yang terdiri dari Marrakesh, Essaouira, Sale, Meknes dan Tetouan.

Sejumlah kota tersebut akan direnovasi dengan anggaran hingga jutaan dolar. Mengutip Travel and Leisure, proyek renovasi ini diharapkan rampung tahun 2020.



Medina merupakan salah satu bagian yang cukup kuno di Maroko. Wilayah ini berdiri seperti labirin dengan gang-gang sempit yang berliku-liku.

Karena jalan-jalan yang sangat sempit itu, Medina tak dapat diakses dengan mobil.

Bahkan di beberapa bagian Medina sangat sempit, hingga tak dapat dilintasi sepeda motor atau sepeda.

Terlepas dari jalanan sempit, reruntuhan bangunan yang tak terurus, dan sejumlah lokasi penuh debu, Medina merupakan rumah dan jantung kehidupan bagi penduduk setempat.

Berbaris rapi di lorong-lorong labirin Medina, bangunan-bangunan seperti rumah warga, masjid, makam, sekolah, hingga pasar tradisional.


Sebelum beralih ke pemulihan kawasan Medina, sebelumnya proyek renovasi telah dilakukan di beberapa lokasi, seperti ibu kota Rabat dan pusat kebudayaan Fez yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Maroko terletak di Afrika Utara. Negara ini memiliki garis pantai di kedua Samudera Atlantik Utara dan Laut Mediterania.

Salah satu waktu terbaik mengunjungi Maroko adalah saat shoulder season atau musim tanggung.

Musim ini berada antara Maret hingga Mei dan September hingga November.

Selain harga penginapan bakal lebih murah, pada bulan November cuaca Maroko juga dianggap ideal. Suhunya berkisar antara 21 dan 32 derajat Celsius.

(fey/agr)